Rabu, 08 April 2020 03:15

Disperindag Pasuruan Beri Pembinaan Lima Pengurus Pasar Cheng Hoo

Sabtu, 20 Juli 2019 10:35 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Supardi
Disperindag Pasuruan Beri Pembinaan Lima Pengurus Pasar Cheng Hoo
Ketua Paguyuban Sony (berbaju putih), Sekretaris ll Hari Supriyanto, Bendahara Rofii, dan petugas penarikan Yudi.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kabid Perindustrian Disperindag Kabupaten Pasuruan, Heru Hermadi memberi pembinaan lima pengurus paguyuban pasar Cheng Hoo, Pandaan, Pasuruan. Hal ini dilakukan untuk meredakan polemik antara pengurus dan anggota/pedagang di Pasar Wisata Cheng Hoo.

Heru Hermadi mewakili Kadisperindak, Ir. Eddy Suwanto, M.Si mengatakan, pemanggilan pengurus paguyuban pasar ini sekaligus untuk mengklarifikasi ramainya pemberitaan di media terkait transparansi keluar masuknya kas hasil pengutan dari pedagang.

Pasalnya, uang kas yang dihimpun sejak terbentuknya kepengurusan paguyuban pasar Cheng Hoo, jumlahnya mencapai ratusan juta. Dana tersebut didapat dari hasil tarikan para pedagang pasar wisata pasar Cheng Hoo.

"Saya hanya melakukan pembinaan terhadap pedagang dan termasuk pengurus paguyuban. Langkah ini demi kondusivitas para pedagang yang ada di Pasar Cheng Hoo. Soal ingin pergantian pengurus itu wilayah anggota. Disperindag tak punya kewenangan," kata Heru Hermadi.

Sementara Ketua Pengurus Paguyuban Pasar Cheng Hoo, Sony H menjelaskan, selama ini pengurus memberlakukan kesepakatan, hasil tarikan diperuntukan membayar kebersihan petugas pengambil sampah, air, dua pejaga keamanan dan belanja untuk tamu yang datang ke kantor paguyuban.

"Kita ini sebagai pengurus selama ini tak digaji tetap," kata Sony.

Diberitakan sebelumnya, polemik antara pengurus paguyuban dan pedagang pasar wisata Cheng Hoo bermula dari kurang transparannya pengelolaan kas paguyuban pasar Cheng Hoo. Anggota menuding uang hasil pungutan dari pedagang itu hanya untuk dinikmati para pengurus. Adapun tarikan paguyuban menghasilkan dana sebesar Rp 24.200.000 per bulan.

Namun, berdasarkan hasil klarifikasi antara pengurus dan staf Disperindag, bahwa dana yang terkumpul tiap bulannya tidak sampai nominal tersebut. Rinciannya, tarikan untuk pedagang asongan hanya berkisar antara Rp. 50.000, Rp 65.000 dan ada yang Rp 75.000.

"Jika rata-rata Rp 70.000 . Sementara dana ada di rekening tabungan Bank. Rp 500.000, mungkin dari pendatang baru pedagang asongan untuk mendapatkan tempat berjualan," tutur Sony. (par/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...