Sabtu, 04 April 2020 21:11

Soal Pungutan Terhadap Pedagang Pasar Cheng Hoo, Disperindag akan Panggil Pengurus Pasar

Kamis, 18 Juli 2019 01:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Andy Fachrudin
Soal Pungutan Terhadap Pedagang Pasar Cheng Hoo, Disperindag akan Panggil Pengurus Pasar
Laporan keunangan paguyuban Pasar Cheng Hoo juga dipertanyakan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Pasuruan angkat bicara menyikapi polemik pungutan terhadap pedagang di Pasar Cheng Hoo.

Ketua Disperindag Edy Suwanto melalui Kabid Perindustrian dan Perdagangan Heru Hermadi berjanji pihaknya akan segera melakukan pembinaan terhadap pengurus maupun pedagang Pasar Cheng Hoo.

Ia mengakui, sudah lama mendapat pengaduan dari para pedagang, soal adanya pungutan oleh pengurus pasar yang dipatok hingga jutaan rupiah itu. Menurutnya, polemik tersebut terjadi karena pengurus pasar kurang terbuka dalam penggunaan kas dari hasil tarikan para pedagang

"Persoalan tidak transparannya pengeluaran uang hasil tarikan. Penarikan oleh salah satu pengurus pasar dan kasak kusuk pedagang dugaan untuk memperkaya diri. Supaya pedagang di lokasi pasar Wisata Cheng Hoo kondusif, akan dilakukan pembinaan dan pengearahan. Kemarin pak Kadis sudah memerintahkan agar memanggil semua pengurus pasar Cheng Hoo untuk pembinaan dan penertiban. Peruntukan dana juga akan diminta pertanggungjawabannya," kata Heru Hermadi kepada bangsaonline.com.

Terpisah, Ketua LSM Girras (Gerakan Inspirasi Rakyat Sejahtera) Mukarromah mempertanyakan fungsi kepengurusan pasar Cheng Hoo. Ia menilai kepengurusan Pasar Cheng Hoo tidak efektif.

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, bahwa penarikan uang kepada pedagang selama ini dilakukan oleh Heri Suprayitno, Sekretaris 2 Pengurus Pasar Cheng Hoo. "Berarti bendahara tidak fungsi. Artinya, keluar masuknya uang yang tahu Hari Suprayitno," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa selama ini pedagang stand di Pasar Cheng Hoo resah dengan munculnya 40 pedagang asongan. "Usut punya usut, para pedagang asongan itu bisa membuka lapak karena membayar iuran lebih besar. Para pedagang musiman itu bisa aman berjualan karena telah membayar uang keamanan Rp. 500.000 per bulan yang dibayarkan tiap minggu," ungkapnya.

"Sementara tarikan tiap bulan ke 70 Pedagang, mamin Rp.130 ribu per bulan, aksesoris Rp.190 ribu per bulan, dan tarikan paling memberatkan kepada 20 stand pedagang buah yakni Rp 190.000 – Rp 200.000 per bulan," pungkasnya. (maf/par/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...