Senin, 22 Juli 2019 22:08

Hasil Penelitian: Bayi Lahir Prematur, Ketika Dewasa Lebih Bisa Menjaga Keperawanan

Jumat, 12 Juli 2019 23:19 WIB
Editor: Choirul
Hasil Penelitian: Bayi Lahir Prematur, Ketika Dewasa Lebih Bisa Menjaga Keperawanan
Malu-malu tapi mau. foto: mirror.co.uk

BANGSAONLINE.com - Hasil sebuah studi kepada 4,4 juta orang dewasa menunjukkan bahwa seseorang yang dilahirkan sebelum usia kandungan 28 minggu, alias prematur, ternyata mempunyai kemungkinan 3 kali lebih besar untuk menjaga keperawanan saat mereka ABG.

Jika dilahirkan pada usia 37 minggu, mereka mempunyai 2 kali lebih kuat menjaga keperawanan.

Ilmuan Inggris menunjukkan bahwa bayi prematur lebih banyak dijaga orang tuanya karena rentan. Dan ketika mulai beranjak ABG bahkan dewasa, akan terbawa terus untuk menjaga kesehatannya, termasuk keperawanannnya.

Bayi prematur yang sekarang berusia 28 tahun, ditemukan sebanyak 22 persen lebih kecil kemungkinannya untuk membentuk hubungan romantis, atau bahkan berhubungan seks, atau menikah, jika dibandingkan dengan mereka yang dilahirkan bukan prematur.

Peneliti menyebut, hal itu disebabkan karena malu, sehingga - mengarah ke pengucilan. Mereka rentan terhadap kurangnya harga diri. Mereka memilih risiko lebih sedikit saat ABG.

Lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dan bersama orang tua, saat mereka ABG.

Dr Marina Goulart de Mendonca, psikolog di University of Warwick, mengatakan: "Temuan bahwa bayi yang dilahirkan bukan prematur, cenderung saat ABG memiliki pasangan, melakukan hubungan seks dan menjadi orang tua."

"Bayi prematur ditemukan memiliki interaksi sosial lebih buruk di masa kanak-kanak yang membuat mereka lebih sulit untuk menguasai transisi sosial seperti menemukan pasangan."

Analisis yang diterbitkan dalam JAMA Network Open, mengumpulkan hasil dari 21 studi di seluruh dunia, termasuk Inggris, untuk menyelidiki hubungan antara mereka yang lahir prematur. Ditemukan bahwa mereka 2,3 kali lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki pasangan seksual bila dibandingkan dengan yang lahir tidak prematur, di usia yang sama.

Penulis senior Profesor Dieter Wolke, menambahkan: "Mereka yang merawat anak-anak prematur, termasuk para profesional kesehatan, guru, harus lebih sadar akan peran penting dari perkembangan sosial dan integrasi sosial untuk anak-anak prematur."

"Karena anak-anak prematur cenderung lebih pemalu dan pemalu."

Tiga tahun lalu sebuah penelitian terhadap hampir 200 orang menemukan mereka yang lahir sangat prematur dan dengan berat badan rendah cenderung memiliki masalah kesehatan yang lebih kronis dan pendapatan lebih rendah daripada mereka yang memiliki berat badan lahir normal.

Sumber: mirror.co.uk
Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...