Selasa, 16 Juli 2019 08:06

HUT ke-47, PG Gelorakan Landmark Program Transformasi Menuju Solusi Agroindustri

Rabu, 10 Juli 2019 22:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
HUT ke-47, PG Gelorakan Landmark Program Transformasi Menuju Solusi Agroindustri
Dirut PG Rahmad Pribadi menyerahkan bantuan kepada siswa berprestasi. foto: ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) genap berusia 47 tahun yang ditandai dengan upacara HUT PG di Stadion Petrokimia, Rabu (10/7).

Keberadaan PG dimulai dari tahun 1972 dengan dua pabrik berkapasitas produksi 39 ribu ton/tahun. Kini PG telah bertransformasi menjadi produsen pupuk terlengkap di Indonesia dengan jumlah 31 pabrik berkapasitas 8,9 juta ton/tahun (pupuk dan non-pupuk).

Direktur Utama PG Rahmad Pribadi menjelaskan, perusahaan akan terus beradaptasi sesuai dengan tantangan dan peluang bisnis. Arah pengembangan PG pun tidak sekadar mendukung sektor pertanian dan pangan, namun bertekad untuk memberikan solusi bagi sektor agroindustri di Indonesia.

Sebagai langkah nyata untuk mewujudkan hal tersebut, pada usia 47 tahun ini PG menjalankan program Transformasi Bisnis. Di mana semangat transformasi bukan untuk mengulang kesuksesan masa lalu, akan tetapi menciptakan kesuksesan baru.

"Saya berharap hari ulang tahun ke-47 ini menjadi landmark program transformasi atau menjadi satu titik awal penciptaan masa depan baru bagi Petrokimia Gresik," ujarnya.

Rahmad berharap program Transformasi Bisnis ini mampu membawa PG menjadi perusahaan yang paling efisien dan memiliki growth engine (mesin pertumbuhan) baru, sehingga mengantarkan PG sebagai market leader dan dominant player.

"Saya melihat lima tahun ke depan, target transformasi seharusnya sudah bisa tercapai, karena beberapa tahapan atau milestone transformasi telah dicapai dengan baik pada semester pertama tahun ini," paparnya.

Rahmad meyakini, transformasi di PG tidak sulit untuk dilakukan karena PG memiliki modal yang kuat, yaitu unggul di bidang pengembangan pupuk non-urea. Selain itu, telah banyak perubahan besar yang terjadi di PG selama tahun 2018, di antaranya berhasil mencetak laba terbesar, yaitu Rp 1,79 triliun atau meningkat 106% dibandingkan tahun 2017 (Rp 873,67 miliar).

Total aset perusahaan juga mencapai Rp 46,47 triliun atau meningkat 12% dari tahun 2017 (Rp 41,05 triliun). Sedangkan total nilai penjualan tahun 2018 mencapai Rp 27,67 triliun atau meningkat 17% dibandingkan tahun 2017 (Rp 23,64 triliun).

Pada tahun 2018, lanjut Rahmad, perlambatan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah yang masih dirasakan hingga tahun ini cukup berdampak pada beban operasional perusahaan, mengingat sebagian besar bahan baku PG merupakan barang impor.

Namun demikian, dengan kesatuan tekad dan perencanaan serta tindakan yang matang, PG mampu menutup tahun 2018 dengan berbagai prestasi, yaitu meraih 120 penghargaan, 55 di antaranya tingkat Internasional dan 65 tingkat Nasional.

"Program Transformasi Bisnis PG moving to the right directon at the right based. Artinya berjalan dengan kecepatan yang kita harapkan dan ke arah yang benar," katanya.

"Apalagi, jika insan PG telah terbiasa dengan perubahan dan berpengalaman dalam menciptakan masa depan baru, seperti inovasi pupuk majemuk Phonska dan pupuk organik Petroganik. Saya memiliki bayangan jika lima tahun ke depan, Petrokimia Gresik tidak hanya dikenal dengan Phonska dan Petroganik saja, tapi sudah ada hal baru yang se-transformatif kedua produk tersebut," ungkapnya.

Tanggungjawab Sosial Perusahaan

Selama hampir setengah abad hadir untuk negeri, PG juga bertekad untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Artinya, pertumbuhan perusahaan dari waktu ke waktu juga diikuti dengan meningkatnya realisasi bantuan kepada masyarakat.

"Sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar, maka telah dilaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang dikenal dengan nama “Petrokimia Gresik Peduli dan Berbagi”," tutur Rahmad.

Adapun nilai bantuan CSR tahun 2018 mencapai Rp 58,3 miliar, sedangkan untuk tahun 2019 sampai dengan bulan Juni 2019 telah terealisasi sebesar Rp 24,2 miliar, yang terdiri dari penyaluran dana untuk Program Kemitraan sebesar Rp 15,8 miliar, dan penyaluran dana bantuan Program Bina Lingkungan sebesar Rp 8,4 niliar untuk masyarakat sekitar perusahaan.

Kemitraan merupakan pemberian dana pinjaman, pelatihan, serta hibah kepada usaha kecil yang memenuhi syarat. Sedangkan Bina Lingkungan meliputi bantuan bencana alam, pendidikan dan pelatihan, sarana dan prasarana umum, sarana ibadah, kesehatan masyarakat, pelestarian alam dan bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan. (hud/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...