Minggu, 18 Agustus 2019 04:45

Figur Muda dan Progresif Punya Kans Besar di Pilwali Surabaya

Rabu, 03 Juli 2019 23:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M. Didi Rosadi
Figur Muda dan Progresif Punya Kans Besar di Pilwali Surabaya
Lia Istifhama dan Ahmad Maududi, figur muda millenial yang masuk bursa Pilwali Surabaya 2020. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Konstelasi politik di Kota Surabaya mulai meningkat menjelang pelaksanaan Pemilihan Langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya (Pilwali) tahun depan. Sejumlah nama politikus dan birokrat senior pun dijagokan sebagai suksesor Tri Rismaharini.

Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam menilai peluang Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana saat ini masih yang tertinggi. Sebab, ia diuntungkan dengan posisinya hari ini. Baik sebagai Wakil Wali Kota Surabaya maupun Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Namun Surokim mengungkapkan, posisi Whisnu bisa terancam oleh figur muda dan progresif. Sebab, saat ini tren munculnya tokoh politik di berbagai belahan dunia itu mengarah ke pemimpin muda (Youth Gen). Banyak anak muda yang memenangi kontestasi politik karena anak muda biasanya progresif dan membawa semangat perubahan.

“Prediksi saya yang bisa mengalahkan dominasi Whisnu Sakti ya calon muda progresif. Mas Whisnu bisa dikalahkan calon muda progresif yang punya daya kejut wow,” tutur Surokim yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura itu, Rabu (3/7).

Senada dengan komentar Surokim, saat ini bermunculan figur muda yang digadang sebagai calon kontestan Pilwali Surabaya 2020. Figur muda itu di antaranya adalah Lia Istifhama dan Ahmad Maududi Maschan (Gus Dodi). Bahkan di sebuah polling online versi pollingkita.com, sampai Rabu (3/7) sore, nama Lia dan Dodi ada di urutan atas. Figur millenial itu bersaing dengan nama beken seperti Whisnu Sakti Buana dan KH. Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans). Bahkan Lia dan Dodi mengungguli figur senior seperti Armuji, Renville Antonio, Fandi Utomo, Vincensius Awey dan Eri Cahyadi.

Lia adalah aktivis Fatayat NU Jawa Timur yang juga keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Lia mengungkapkan, dirinya terkejut namanya muncul kepermukaan sebagai kandidat Calon Wali Kota atau Waki Wali Kota Surabaya.

“Duh, orang-orang kok baik banget mau milih saya dalam polling itu. Selama ini saya lebih memilih men-support calon yang capable seperti ketika pilgub mendukung Bu Khofifah dan pilpres mendukung Pak Jokowi. Kalau untuk maju belum terpikir,” ujar semifinal Ning Surabaya 2006 tersebut.

Sedangkan Ahmad Maududi Maschan menanggapi masuknya nama dia dalam bursa kandidat Calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Surabaya cukup wajar. Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu menilai saat ini masyarakat bebas merekomendasi kandidat calon pemimpin.

Putra mantan Ketua PWNU Jatim KH. Ali Maschan Moesa ini membeberkan, paling tidak hari ini Surabaya membutuhkan sosok yang mampu menghijaukan Surabaya lahir dan batin. Selain itu juga harus mampu memadukan nuansa pendidikan pesantren di kota metropolis yang majemuk di saat paham radikalisme coba merongrong.

“Tren yang terjadi hari ini pemimpin dipegang anak muda yang memiliki darah juang dengan karakter arek namun religius dan nasionalis,” imbuh pengasuh pesantren Luhurl Al Husna, Wonocolo, Surabaya itu. (mdr/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...