Kamis, 17 Oktober 2019 15:57

Kurangi Angka Perceraian, Puluhan Calon Pengantin di Tuban Dapat Bimbingan

Jumat, 14 Juni 2019 18:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Kurangi Angka Perceraian, Puluhan Calon Pengantin di Tuban Dapat Bimbingan
Para calon pengantin foto bersama usai mendapatkan bimbingan pra nikah.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Demi mengurangi angka perceraian, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban memberikan bimbingan perkawinan pra nikah pada puluhan calon pengantin di Masjid Babussalam, Kecamatan Semanding, Jum'at (14/6).

Pada 2019 ini ada sekitar 36 angkatan bimbingan perkawinan di seluruh Kabupaten Tuban. Sedangkan bimbingan yang digelar kali ini merupakan angkatan ke-V yang diikuti sekitar 25 pasang calon pengantin.

Pemateri, Laidia Maryati di hadapan peserta mengajak untuk memaknai status yang melekat pada setiap manusia sebagai hamba Allah yang amanah. Sebab, manusia sebagai khalifah di muka bumi termasuk dalam kehidupan perkawinan dan keluarga. Sedangkan, perkawinan dan keluarga mempunyai tujuan yang sejalan dengan cita-cita jangka panjang ketika menghadap Allah di akhirat kelak.

"Itu semua tertuang dalam tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang suatu perkawinan," papar Laidia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Tuban Sahid menjelaskan, bimbingan ini merupakan program Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada calon pengantin agar mempersiapkan pernikahan secara matang. Sebab, berdasarkan fakta banyak terjadi perceraian di usia perkawinan yang masih muda, karena kurangnya pengetahuan dan persiapan yang matang.

"Jadi penduduk sekitar 3,1 juta jiwa terjadi 3 ribu perceraian di tiap tahunnya. Maka pemerintah mengeluarkan program untuk membiayai kegiatan ini dengan tujuan untuk menekan angka perceraian," bebernya.

Untuk itu, kegiatan ini diharapkan dapat menekan tingginya angka perceraian di Tuban. "Jadi kepada seluruh calon pengantin, bahwa perceraian itu dipengaruhi oleh lima hal. Yaitu cemburu yang berlebihan, faktor ekonomi, adanya krisis akhlak, perselingkuhan, dan campur tangan pihak ketiga," bebernya. (gun/rev) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...