Jelang Berakhirnya 99 Hari Kerja Pertama, Gubernur Khofifah Launching MJC, EJSC, dan Big Data

Jelang Berakhirnya 99 Hari Kerja Pertama, Gubernur Khofifah Launching MJC, EJSC, dan Big Data Gubernur Jatim Khofifah saat melaunching MJC, EJSC, dan Big Data dengan menabuh gong virtual.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, bahwa tantangan mencetak wirausaha muda perlu mendapat perhatian lebih. Hal ini penting dilakukan karena tingkat pengangguran terbanyak didominasi oleh kalangan SMA ke atas.

“Para lulusan SMA sederajat merupakan penyumbang pengangguran terbesar, bisa jadi karena pekerjaan yang mereka minati tidak tersedia di pasar. Oleh sebab itu MJC merupakan salah satu solusinya,” tutur Emil sapaan akrab Wagub Jatim.

Emil menambahkan, saat ini para millenial lebih memilih pekerjaan yang tidak terikat waktu atau kontrak seperti web developer, content creator, ataupun digital marketing. Di sinilah peran MJC yaitu dengan mempertemukan para talent yang belum memiliki pengalama dengan klien dunia usaha.

“Kami akan memberikan fasilitas bagi para talent untuk mengembangkan ketrampilannya dengan didampingi mentor,” tuturnya sembari menjelaskan program MJC yang full akan dikawal dengan baik sehingga pada tahun 2020 bisa dioperasikan secara total.

Dukungan Dari Berbagai Pihak Pengusaha Digital Market

Pada kesempatan yang sama, CEO Kapanlagi Youniverse Steve Christian, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran MJC, EJSC dan Big Data di lingkup Prov. Jatim. Menurutnya, program ini sangat membantu pengembangan tenaga-tenaga kreatif. Bahkan, pihaknya juga bersedia menjadi mentor bagi para talent yang telah terdaftar di MJC.

“Ini merupakan bentuk inisiatif yang sangat membantu khususnya di dunia media seperti kami. Kami berharap dimulai dari Jatim dan nantinya akan bisa menjadi program nasional di Indonesia,” harapnya.

Dukungan yang sama juga disampaikan salah satu market place lokal yakni Bukalapak. Public Policy and Government Relations Manager Bukalapak Luciana Dita mengatakan, pihaknya merasa akan sangat terbantu dengan adanya MJC. Apalagi, kebutuhan talent IT di digital platform seperti Bukalapak sangatlah tinggi.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan program engineer mentorship yang tepat, agar regenerasi kepada para talent muda mempermudah para client dalam menjaring para millenial IT. “Dengan demikian jumlah pengangguran bisa menurun, dan profesi IT dapat tumbuh subur khususnya bagi anak muda di Jawa Timur,” ungkap Luciana.

Pihak Bukalapak, lanjutnya juga telah mensupport Pemprov Jatim dalam menjalankan e-government yang pastinya sangat terkait dengan Big Data. Dukungan ini tentunya akan menjadikan sistem yang dibuat menjadi lebih efektif, serta membantu perkembangan Jatim dari sektor ekonomi di setiap desa hingga ke pelayanan publik.

Bukan hanya Kapanlagi dan Bukalapak, dukungan untuk MJC, EJSC dan Big Data juga datang dari CEO Amazon Web Services, pihak Kementerian Kominfo, serta perwakilan Gojek app. Bahkan, mereka sependapat bahwa MJC dan EJSC bukan hanya akan menumbuhkan UKM/IKM baru ala miilenial tapi juga sebagai corong pemerintah adanya multiplier efek pada masyarakat.

Peluncuran MJC, EJSC dan Big Data tersebut ditandai dengan pemukulan gong virtual oleh Gubernur Khofifah didampingi oleh Wagub Emil.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Kepala BUMD se-Jatim, pimpinan media cetak dan elektronik, perwakilan UKM/IKM, Forkas, Sekretaris Departemen Informatika ITS, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta kepala OPD di jajaran Pemprov Jatim. (mdr/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO