Sabtu, 25 Mei 2019 15:00

Mantan Bupati Trenggalek Jadi Tersangka Korupsi Rp 7,3 Miliar

Rabu, 15 Mei 2019 22:20 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Mantan Bupati Trenggalek Jadi Tersangka Korupsi Rp 7,3 Miliar
Mantan Bupati Trenggalek Suharto saat masuk ke mobil tahanan. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Suharto, mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010 ditetapkan sebagai tersangka korupsi penyertaan modal pada PDAU BUMD oleh Kejaksaan Negeri Trenggalek.

Penetapan tersangka ini secara resmi disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek Lulus Mustofa melalui konferensi pers, Selasa petang (14/5).

"Mantan Bupati Trenggalek periode 2005-2010, ya ini tersangkut sehubungan perkara penyertaan modal pada PDAU BUMD, yaitu pembelian mesin percetakan seharga Rp 10 miliar 800 juta," ungkapnya.

Menurutnya, mesin yang dibeli kala itu dalam kondisi rusak serta tidak bisa digunakan untuk mencetak koran. Dan apabila dioperasikan akan menghasilkan gambar yang dobel serta huruf yang dobel.

"Dan alhamdulillah kerugian keuangan negara sudah kami temukan sebesar Rp 7,3 miliar," ungkapnya.

Lulus kemudian menceritakan, awalnya terdapat persoalan di lingkup Pemkab Trenggalek yang diketahui oleh media atau perusahaan pers. Selanjutnya, media tersebut berusaha menakuti dan meminta pada Pemkab Trenggalek untuk diperhatikan.

Belakangan media tersebut mengajak kerja sama pada Pemkab Trenggalek untuk membuat percetakan di Kabupaten Trenggalek. Dengan catatan pihak Pemkab Trenggalek harus membeli mesin percetakan yang disediakan oleh perusahaan pers tersebut.

Dalam masa negoisasi tersebut melibatkan banyak oknum. Lulus kemudian menekankan dalam waktu dekat ini akan menindaklanjuti keterlibatan banyak oknum tersebut.

"Keterlibatan banyak oknum ini insyallah akan kita tindak lanjuti dan ini tidak melalui prosedur lelang dan ini termasuk perbuatan melawan hukum," terangnya.

Disampaikan Lulus, dari tindak pidana tersebut, tersangka dikenakan pasal 2 junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 3 junto junto 55 ayat 1 ke 1 KUHP serta pasal 9 khusus khusus untuk S ini dari undang-undang tindak pidana korupsi 3199 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001.

"Ancaman penjara seumur hidup paling lama 20 tahun, paling singkat 4 tahun, denda Rp 200 juta paling tinggi maksimal Rp 100 miliar," pungkasnya. (man/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...