Sekdaprov Jatim Minta Respons Cepat Tangani Bencana

Sekdaprov Jatim Minta Respons Cepat Tangani Bencana Heru Tjahjono (topi merah) Sekdaprov Jatim pada acara Simulasi dan Apel Kesiapsiagaan Bencana Pengembangan Kampung Siaga Bencana (KSB) Berdaya di Alun-Alun Trenggalek, Sabtu (4/5)

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono meminta dinas terkait cepat merespons jika terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor, ataupun lainnya. Oleh sebab itu, semua kesiapan harus disiapkan dengan baik termasuk personil baik di level provinsi hingga kabupaten/kota, serta alat-alat operasionalnya.

“Ketika terjadi bencana maka kita harus bisa merespons dengan cepat sesuai tagline Gubernur Jatim yaitu CETTAR,” ungkap Heru sapaan lekat Sekdaprov Jatim pada acara Simulasi dan Apel Kesiapsiagaan Bencana Pengembangan Kampung Siaga Bencana (KSB) Berdaya di Alun-Alun Trenggalek, Sabtu (4/5).

Heru menjelaskan, dalam mewujudkan respons yang cepat dalam menghadapi bencana maka masyarakat harus ikut dilibatkan. Salah satunya lewat pembentukan KSB yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kerentanan bencana. Esensi dari KSB yaitu pelibatan masyarakat setempat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana.

“Bencana akan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, karenanya pemda harus memberi perhatian lebih bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana,” tandas Heru.

Heru menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bencana sangat diperlukan mengingat kondisi geografis Jatim yang memang rawan bencana. Karena itu, KSB sengaja dikembangkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana berdasar kearifan lokal. Dalam pelaksanaannya diperlukan pembinaan secara terus menerus dari pemerintah daerah. 

“Dengan terciptanya hubungan yang baik antara pemerintah dan masyarakat maka penanggulangan bencana dengan cepat akan mudah dilaksanakan,” urai Heru.

Dalam penanggulangan bencana, lanjut Heru, terdapat tiga hal pokok yang perlu mendapat perhatian. Pertama, yaitu One Rule yang berarti satu aturan dalam penanggulangan bencana sehingga bisa menjadi acuan bersama. Kedua, yakni One Command yang diartikan satu perintah atau menggunakan manajemen dan pola kepemimpinan yang jelas. 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO