Kondisi banjir di Kecamatan Balongpanggang, Kamis (2/5) kemarin.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Banjir dampak luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik terus meluas, utamanya ke wilayah Kecamatan Cerme dan sekitarnya, Jumat (3/5). Hal ini setelah tanggul Kali Lamong di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, jebol, Kamis (2/5) petang.
Akibatnya, hingga saat ini sedikitnya 2.566 rumah warga masih terendam. Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito merinci wilayah-wilayah yang saat ini masih tergenang air dampak luapan Kali Lamong.
BACA JUGA:
- Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor
- Cegah Banjir, Warga Babaksari Gresik Gotong Royong Perbaiki Tanggul Bengawan Solo
- Hujan Deras, Luapan Kali Lamong Rendam 6 Desa di Balongpanggang Gresik
- Tanggul Kali Lamong Jebol, Permukiman Warga di Selatan Gresik Terendam Banjir
Untuk Kecamatan Cerme, Desa Morowudi 800 rumah tergenang, Desa Dungus 61 rumah tergenang, Desa Iker-Iker Geger 150 rumah tergenang, Desa Sukoanyar 50 rumah tergenang, dan Desa Lengkong 110 rumah tergenang.
Kemudian, Desa Dampaan 50 rumah tergenang, Desa Ngembung 2 rumah tergenang, Desa Guranganyar 150 rumah tergenang, dan Desa Pandu 5 rumah tergenang.
Untuk Kecamatan Menganti, Desa Gadingwatu 139 rumah tergenang, Desa Putat Lor 197
rumah tergenang, Desa Boboh 145 rumah tergenang, Desa Beton 9 rumah tergenang, dan Desa Bringkang 520 rumah tergenang.
Sementara Kecamatan Kedamean, tepatnya di Dusun Gorekan Kidul 178 rumah tergenang.
"Untuk Kecamatan Benjeng dan Balongpangang air mulai surut. Namun sejumlah jalan desa dan jalan poros desa, fasilitas umum seperti sekolah, masjid masih terendam. Air juga masih merendam ratusan hektar areal persawahan," pungkas Tarso. (hud/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




