Aksi mahasiswa saat berorasi menyampaikan aspirasi di hadapan Ketua Stitma Tuban Akhmad Zaini.
"Kampus ini terasa layaknya sebuah pabrik. Untuk itu kami menolak kebijakan kampus yang merugikan mahasiswa," imbuhnya.

Selain menggelar orasi di sekitar kampus, puluhan mahasiswa itu juga membentangkan beberapa poster berisi tulisan benada kritikan dan tuntutan kepada para pimpinan kampus.
Menanggapi aspirasi mahasiswa, Ketua Stitma Tuban Akhmad Zaini menyatakan pihaknya bersedia menghapus denda 10 persen tersebut apabila memang menjadi aspirasi mahasiwa.
"Intinya apa yang menjadi tuntutan mereka sudah kita turuti, kalau 10 persen itu yang dipermasalahkan, kita juga siap untuk menghapusnya," terangnya.
Dirinya menambahkan, bahwasanya penerapan denda 10 persen tersebut diberlakukan dengan tujuan untuk menertibkan administrasi dalam hal pembiayaan perkuliahan. "Kalau mereka tidak telat membayar kan denda ini juga tidak berlaku. Ini untuk menertibkan administrasi mahasiswa," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, para mahasiswa juga mempertanyakan kesepakatan dengan pihak kampus yang akan melakukan audiensi terbuka tiga bulan sekali bersama organisasi kemahasiswaan. Namun, hingga detik ini, agenda tersebut tak kunjung diberlakukan. (gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




