Rabu, 24 April 2019 05:48

Gelar Diskusi di Kediri, APTRI Siap Dukung Pemerintah Impor Gula Sesuai Kebutuhan

Selasa, 09 April 2019 20:40 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Arif Kurniawan
Gelar Diskusi di Kediri, APTRI Siap Dukung Pemerintah Impor Gula Sesuai Kebutuhan
Para narasumber saat diskusi meningkatkan produksi gula jelang hari besar keagamaan. foto: ARIF KURNIAWAN/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Beredarnya gula impor di pasaran membuat petani tebu mengalami masa-masa sulit untuk menjual gula hasil produksi mereka di pasaran saat ini.

Seperti diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) Sumitro Samadikun usai diskusi dengan tema meningkatkan produksi gula jelang hari besar keagamaan di salah satu hotel di Kediri, Selasa (9/4).

Menurutnya, gula impor yang beredar di pasaran telah melebihi dari kebutuhan konsumsi Tanah Air. Saat ini kebutuhan gula untuk Tanah Air, sekitar 2,8 juta ton. Sedangkan, produksi gula yang dihasilkan oleh petani sekitar 2,2 juta ton. Sementara pemerintah melakukan impor gula sebesar 3,6 juta ton.

“Dari produksi gula sebesar 2,2 juta ton harus memenuhi kebutuhan konsumsi gula sebesar 2,8 juta ton berarti kita kurang sekitar 600 ribu ton. Tapi untuk menutupi kekurangan yang 600 ribu ton pemerintah malah impor gula sebanyak 3,6 juta ton. Berarti stok gula jadi berlebih sebanyak 3 juta ton,” katanya.

“Meningkatkan Produktivitas Gula Jelang Bulan Ramadhan,” imbuh Sumitro dalam diskusi yang digelar Jalan Media Communication (JMC) ini

Dijabarkan Sumitro, dari 3 juta ton gula impor yang lebih itu dijual ke pasar tradisional dengan harga murah. Sehingga, kondisi ini menggerus gula lokal yang diproduksi oleh petani Tanah Air.

“Karena gula impor berlebih, maka dijual ke pasar tradisional. Dijualnya pun dengan harga murah di bawah harga dari gula lokal yang dihasilkan oleh petani kita. Hal ini yang akan membuat petani Tanah Air merugi,” jelasnya.

Diakui Sumitro, impor masih dibutuhkan karena produksi dalam negeri juga belum bisa menutupi tingkat konsumsi masyarakat.

“Yang tadi saya bicarakan, kebutuhan gula kia secara nasional sebanyak 2,8 juta ton, tapi petani tebu kita hanya bisa sekitar 2,2 juta jadi kekurangannya sekitar 600 ribu ton, seharusnya gula yang diimpor pemerintah ya 600 ribu ton saja, jangan sampai 3,6 juta ton,” ucap Sumitro.

Terakhir, Sumitro juga menguraikan, sebenarnya pihaknya tidak mempermasalahkan dengan adanya gula impor. Namun harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumi gula nasional.

“Intinya impor gula harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi gula secara nasional,” tukasnya. (rif/ian)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...