Minggu, 25 Agustus 2019 00:18

Tafsir Al-Isra 35': Pasti Pas di SPBU, Layanan Jual Beli Islami

Selasa, 09 April 2019 00:46 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra 35
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

35. wa-awfuu alkayla idzaa kiltum wazinuu bialqisthaasi almustaqiimi dzaalika khayrun wa-ahsanu ta'wiilaan

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.


TAFSIR AKTUAL:

Ayat kaji ini tentang larangan mengambil hak orang lain secara melanggar hukum. Sekecil apapun pasti ada hitungan di pengadilan Tuhan nanti. Sebagai contoh kasus, ayat ini mengangkat masalah timbangan, ukuran barang dalam dunia jual beli.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan: pertama, kejujuran penjual (wa-awfuu alkayla idzaa) dan kedua, kebenaran alat timbangan, alat ukur sebagai valid dan bisa dipertangungjawabkan (bialqisthaasi almustaqiim). Jika dua hal ini dipenuhi, maka kehidupan pasti bagus, berkah dan terpuji. (dzaalika khayrun wa-ahsanu ta'wiilaa).

Tohokan ayat ini kepada penjual yang saat menjual barang dagangannya menggunakan alat ukur seperti timbangan, literan, baik manual maupun elektrik. Ini bisnis dan bisnis itu uang, uang itu uenak dan menggoda. Namanya manusia punya nafsu menzalimi orang lain demi keuntungan. Namanya teknologi, secanggih apapun pasti bisa diakali.

Maka terpujilah mereka yang bergerak di SPBU dengan memakai aplikasi Pasti Pas. Itu lebih islami dan melindungi hak pembeli. Pasti Pas, Pasti Berkah, asal beneran. Tapi, mungkin ada saja yang nakal, mencuri lewat alat ukur elektrik ini. Walau setetes, pasti dicatat Malaikat dan kelak dipersoalkan.

Produk barang-barang kemasan, di mana besaran barang yang dijual sudah tertera pada kemasan, maka wajib dipenuhi. Bisa dibayangkan bila barang yang dijual itu kosmetika mahal, parfum dll. Pembeli hanya bisa percaya apa yang tertulis, soal hakekat di dalamnya, diserahkan kepada Dzat yang maha tahu. Maka hati-hati, jangan mencuri. Tuhan mewakili pembeli dalam hal ini.

Pelaku bisnis SPBU bisa untung banyak dari tetes demi tetes pertalite, pertamax yang dicuri, begitu pula produsen barang kemasan. Tapi ingat, itu harta curian, merampas hak orang lain, semua itu tidak bisa selesai dengan istighfar. Utang uang ya harus dibayar dengan uang. Bagaimana jika sudah terlanjur dan mau tobat, sementara pembeli yang dijahati tidak diketahui?

Nah, itulah susahnya. Tidak bisa sekadar pasang pengumunan di SPBU dan di media dengan kata-kata minta maaf atau minta dihalalkan. Sebab pasti ada konsumen yang tidak tahu atau tidak mengikhlaskan. Cara paling aman dan membersihkan adalah beristighfar total, lalu mengalkulasi kira-kira berapa total keuntungan yang sudah diambil. Pakai estimasi saja dan lebihkan sedikit, terhitung sejak tanggal ngambilnya.

Lalu dikembalikan kepada Allah SWT sebagai wakil para pembeli yang dizalimi. Dengan cara disedekahkan, di-amal jariah-kan, diberikan kepada fakir miskin dan yang berhak menerima. Nanti akan diatur sendiri oleh Tuhan ketika di akhirat. Tuhan akan mendistribusikan pahala sedekah itu kepada yang berhak secara tepat dan adil.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...