Senin, 19 Agustus 2019 13:42

Tafsir Al-Isra' 33: Qisas, Hukuman Paling Adil, Efektif, dan Efisien

Sabtu, 06 April 2019 11:04 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
33: Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.

TAFSIR AKTUAL:

Al-imam al-Dlahhak berkomentar, ayat kaji ini adalah ayat tentang pembunuhan yang pertama kali turun, yakni di Makkah. Jika ayat ini tergolong Makkiyah, maka betapa tinggi kepedulian al-Qur’an terhadap hak asasi manusia yang oleh hukum jahiliah dilecehkan dan sangat tidak adil. Para elite dan kaum borjuis suka membeli hukum, menindas, dan merampas.

Itu artinya, al-Qur’an punya keberanian tinggi dan kebijakan jitu dalam mengoreksi kebrutalan elite jahiliah yang mengabaikan hak asasi rakyat kecil, sehingga mereka cenderung sebagai korban. Ayat ini membela wong cilik sungguhan dan konsis, tidak musiman sesuai kepentingan politik kayak partai penguasa sekarang. Dulu oposisi keras dengan mengatas-namakan partainya wong cilik, tapi setelah berkuasa kini, subsidi dicabuti, pajak dinaikan tinggi-tinggi, BBM naik diam-diam dan berkali-kali, tarif dasar listrik sangat memberatkan rakyat, harga pangan melangit. Semua penguasa partai itu diam membisu dan mebuta-butakan mata sendiri. Sama sekali tidak terdengar lagi teriakan sebagai partainya wong cilik. Dalam agama, itu perbuatan dusta, khianat, dan berdosa besar.

Ayat ini melindungi dan memberi hak mutlak, jika hak wong cilik dinodai secara zalim. Sungguh ayat yang memberi hak sama tanpa diskriminasi. Hal mana sangat dibenci oleh elite jahiliah waktu itu dan belum ada yang berani mengoreksi. Pernyataan ayat ini sungguh megguncang jiwa mereka, membuat nyali mereka ciut, sekaligus dada mereka sesak. Penegasanya seperti ini:

“Barang siapa yang dibunuh secara zalim, tanpa ada alasan pembenar, maka bagi wali korban atau keluarganya punya hak penuh untuk menentukan pilihan, antara: memaafkan pembunuh secara total tanpa menuntut uang kompensasi, atau memaaf dengan kompensasi, atau menuntut hukuman qisas.”

Meskipun demikian, bagi keluarga yang menuntut hukuman qisas ada etika yang wajib dipatuhi, yakni “fa la yushrif fi al-qatl”, jangan berlebihan. Contohnya, pembunuh dibunuh dengan dimutilasi, disiksa lebih dahulu, mestinya hanya satu yang dihukum mati, tapi menuntut dua dll.

Tapi pihak korban acap kali tidak terpenuhi haknya, lalu terabaikan begitu saja dan hilang ditelan waktu. Hal demikian biasanya karena kuatnya pengaruh pembunuh sekaligus bobroknya penegak hukum.

Keadaan seperti ini sudah diantisipasi oleh Tuhan, makanya Tuhan memberi janji : “... innah kan manshura”. Pihak korban yang dizalimi akan ditolong Tuhan. Bersabarlah dan serahkan urusan kepada-Nya. Allah SWT akan bertindak dan memberikan konpensasi terbaik menurut cara-Nya sendiri, meski yang bersangkutan sering kali tidak mengerti.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...