Salah satu warga kesulitan saat hendak melewati jembatan darurat.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Jembatan penghubung antar Desa Sarirejo dan Desa Tambakmenjangan Kecamatan Sarirejo diduga sebagai penyebab banjir. Pasalnya beberapa waktu lalu Jembatan yang sudah aus dimakan usia tersebut ambrol dan tidak kunjung diperbaiki.
"Jembatanya ambrol tidak diperbaiki, hanya diberi jembatan kayu, dan banyak bebatuan sehingga buntu, air tidak bisa lancar, sehingga terganggu," ujar Akmad salah satu warga.
BACA JUGA:
- Pemkab Lamongan Salurkan 54 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir
- Banjir Luapan Bengawan Jero Lamongan Mulai Surut, Sejumlah Jalan Alami Kerusakan
- Sempat Surut, Banjir Bengawan Jero Kembali Genang Permukiman Warga Lamongan
- Jarang Banjir, Puluhan Rumah di Moropelang Lamongan Terendam Air Luapan Sungai
Dikatakan Akmad, sebelumnya sawah miliknya tidak pernah terendam, karena aliran air sangat lancar. "Tidak pernah banjir, sebelum jembatan itu rusak. Kalau segera diperbaiki tidak ada masyarakat yang dirugikan," jelasnya.
Sementara Kepala Desa Sarirejo Kecamatan Sarirejo Lamongan, Sholeh Harun ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com membenarkan kalau wilayahnya terdampak banjir. "Penyebabnya karena jembatanya buntu, karena sebelumnya ambrol. Namun segera diperbaiki pada bulan April mendatang, infonya dari PU Bina Marga," jelasnya.
Sebelumnya, kata Sholeh, pihaknya sudah melaporkan ke PU Binq Marga Lamongan dan diberi beberapa kayu untuk digunakan sebagai jembatan darurat. "Sudah ada jembatan darurat, tidak tahunya malah banjir, mungkin karena buntu," pungkasnya. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




