Senin, 22 Juli 2019 05:21

Khofifah: Mari Wujudkan Bangsa yang Solid dan Produktif Tanpa Hoax

Minggu, 17 Maret 2019 22:06 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Khofifah: Mari Wujudkan Bangsa yang Solid dan Produktif Tanpa Hoax
Khofifah memberi sambutan dalam Halaqoh dan Sillaturrahim Muslimat NU di Gedung Zaitun Asrama Haji Sukolilo Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak segenap masyarakat untuk terus menguatkan kesadaran bersama untuk melawan hoax. Penguatan itu diharapkannya mampu mendorong terwujudnya bangsa yang solid dan produktif.

Seruan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Halaqoh dan Sillaturrahim Muslimat NU di Gedung Zaitun Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (16/3).

Selain mengancam integrasi bangsa, menurutnya hoax sangat berbahaya karena di dalamnya ada keinginan untuk saling menjatuhkan.

"Ayo kita buat bangsa ini produktif dan solid. Saya yakin bangsa ini tetap bisa membangun persaudaraan dengan baik tanpa adanya berita hoax," katanya.

Untuk itu, ia mengajak ibu-ibu yang tergabung dalam Muslimat NU untuk bersama-sama dengan pemerintah menjaga integrasi bangsa dari bahaya berita hoax, fitnah, dan ghibah yang mampu memecah belah bangsa.

"Hari ini kita berkumpul menjadi satu kesatuan tidak hanya dari wilayah, tapi juga dari cabang Muslimat. Saya ingin mengajak ibu-ibu mari kita jaga Ahlussunnah wal Jama’ah. Kita bangun bangsa dengan semangat saling menghormati satu kelompok dengan kelompok lain. Toleransi harus dibangun dengan baik," kata Gubernur Khofifah yang juga Ketua PP Muslimat NU ini.

Menurutnya, pencanangan deklarasi anti hoax pada hari ini menjadi bagian dari kesepakatan nasional yang dideklarasikan di Gelora Bung Karno Jakarta pada 27 Januari lalu. Kemudian diikuti dengan penandatanganan MoU dengan Menkominfo dan pencanangan gerakan anti hoax yang telah dilaksanakan minggu lalu di Nganjuk.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengatakan, sosialisasi anti hoax bersama Muslimat NU ini sejalan dengan langkah membangun kerja sama yang kuat (strong partnership) serta kemitraan dengan pemerintah dalam menangkal berita hoax di masyarakat.

"Langkah ini menjadi sangat penting, apalagi ketika kemarin kita menemukan ada ibu-ibu di Jawa Barat yang door to door menyampaikan sesuatu yang tidak sebenarnya, dan banyak yang percaya. Ini harus kita cegah," tegasnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah mengingatkan pentingnya menyaring informasi sebelum menyebarluaskannya. "Mari tabayyun sebelum kita memviralkan suatu informasi," pungkasnya.

Dalam Halaqoh yang dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Muslimat NU se-Pulau Jawa dan sekitarnya, serta pengurus Ranting Muslimat NU se-Jatim ini juga diisi dengan Deklarasi Anti Hoax, Fitnah, dan Ghibah. Di mana ibu-ibu anggota Muslimat menyatakan komitmennya untuk tidak menyebarkan berita-berita palsu atau hoax. Serta, menyaring informasi yang diperoleh sebelum menyebarluaskannya. (mdr/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...