Minggu, 26 Mei 2019 23:04

Petrokimia Panen Raya Kampung Organik di Jombang

Senin, 11 Maret 2019 18:16 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Petrokimia Panen Raya Kampung Organik di Jombang
Dirsar PG Meinu Sadariyo bersama Bupati Jombang dan pimpinan daerah lainnya saat panen raya Kampung Petroganik.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Petrokimia Gresik (PG) bersama mitra produksi pupuk organik Petroganik, distributor, dan Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar panen raya padi di Kampung Petroganik di Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, Senin (11/3).

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo menyatakan bahwa Kampung Petroganik merupakan program edukasi, sosialisasi, dan promosi yang diinisiasi oleh mitra produksi Petroganik bekerja sama dengan distributor PG untuk petani yang berada di wilayahnya.

Program ini telah berjalan sejak tahun 2014 dan bertujuan untuk membina petani padi, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan benih unggul, pola pemupukan, hingga panen. "Kampung Petroganik juga merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap program peningkatan produksi pangan (P4) milik pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui pengawalan kegiatan budidaya pertanian," ujar Meinu.

Selain itu, lanjut Meinu, program ini merupakan sarana untuk mengubah pola pikir dari semula hanya menggunakan pupuk anorganik, kini sudah harus menerapkan pemupukan berimbang, yaitu dengan menambahkan pupuk organik dalam setiap budidaya pertanian.

"Pemupukan berimbang merupakan perpaduan antara pupuk organik, yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah, dengan pupuk anorganik sebagai penyedia unsur hara tanaman," jelasnya.

Adapun pola pemupukan berimbang yang direkomendasikan oleh PG adalah 5:3:2, yaitu 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar lahan sawah. "Kami telah menguji efektivitas pola pemupukan berimbang ini ke berbagai daerah dan terbukti mampu meningkatkan produktivtas tanaman padi," ungkapnya.

Meinu juga menyebutkan bahwa pemakaian pupuk organik oleh petani perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal penyampaian informasi yang tepat mengenai fungsi dan manfaat pupuk organik dalam budidaya pertanian.

Pupuk organik Petroganik merupakah salah satu pupuk bersubsidi hasil riset PG. Pupuk ini lahir pada tahun 2004 sebagai jawaban atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yang menyebutkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-organik dibawah 2 persen.

Sementara tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-organik sebesar 5 persen. Sementara itu, pupuk organik Petroganik memiliki kandungan kadar C-organik sebesar 12,5 persen. Dengan demikian, pupuk organik Petroganik berfungsi tidak menambah unsur hara, melainkan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan struktur tanah. Sedangkan kebutuhan unsur hara tanaman dapat dipenuhi dari pupuk anorganik.

"Sehingga pola pemupukan berimbang ini merupakan wujud dari keberlanjutan pertanian atau sustainable agriculture, di mana pupuk organik berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan, dalam hal ini menjaga tanah agar tetap subur," terang Meinu.

PG telah menerjunkan petugas lapangan untuk memberikan pemahaman dan pendampingan kepada petani tentang pentingnya pupuk organik Petroganik terhadap kelestarian lingkungan.

Bahkan, PG memiliki 4 unit Mobil Uji Tanah yang siap membantu petani mengukur tingkat kesuburan tanah dan memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat.

Hal ini merupakan bagian dari transformasi bisnis, di mana PG saat ini tidak sekadar menjual produk, melainkan menawarkan solusi. Tidak hanya bagi petani, melainkan memberikan solusi dalam skala yang lebih luas, yaitu solusi bagi sektor agroindustri, melalui serangkaian produk dari hulu hingga hilir.

"Kami berharap program Kampung Petroganik ini dapat ditiru oleh kabupaten lainnya sehingga semakin banyak petani yang mengetahui manfaat dan pentingnya pupuk organik dalam keberlanjutan pertanian kita," pungkas Meinu. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...