Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga mengaku prihatin dengan banyaknya berita hoax yang beredar di media sosial. Terlebih menjelang pemilihan presiden seperti saat ini. Karena itu, Khofifah mengajak media massa mainstream seperti HARIAN BANGSA ikut memerangi hoax.
Khofifah menyontohkan hoax yang beredar, yakni kalau Jokowi menang pilpres, maka azan akan dilarang. Ada lagi hoax yang menyebut Jokowi akan melegalkan pernikahan sejenis kalau terpilih untuk periode berikutnya.
"Hoax itu beredar luas di media sosial dan banyak juga yang mempercayai. Ini memprihatinkan. Di sini lah tugas media mainstream seperti HARIAN BANGSA untuk menjadi filter informasi bagi masyarakat," ujar Khofifah dalam sambutannya di tasyakuran 19 Tahun HARIAN BANGSA.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengungkapkan, Muslimat NU sudah mendeklarasikan perang terhadap hoax, fitnah, dan ghibah. Namun hal itu tak bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan media massa. Karena itu perlu adanya sinergitas dengan semua pihak termasuk media massa.
Sementara Dr KH Imam Ghazali Said, pengasuh rubrik Tanya-Jawab Islam di HARIAN BANGSA menegaskan peminat rubrik ini makin meluas terutama setelah diupload di BANGSAONLINE.com. Menurut dia, rubrik Tanya-Jawab Islam HARIAN BANGSA itu bahkan bukan hanya diikuti masyarakat Jawa Timur dan nasional, tapi juga internasional. Ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke email HARIAN BANGSA.
“Tapi ada juga pertanyaan-pertanyaan yang minta jawabannya tidak dimuat di koran (HARIAN BANGSA) karena bersifat pribadi,” katanya sembari menyebut bahwa pertanyaan itu berasal dari pembaca yang tinggal di Papua.
Komisaris Utama HARIAN BANGSA, EM Mas’ud Adnan, bersyukur karena pada usia 19 tahun HARIAN BANGSA makin berkembang. Koran yang ia dirikan pada 1 Maret 2000 itu kini bukan hanya bermanfaat pada masyarakat luas tapi juga pada wartawan dan karyawannya. "Alhamdulillah wartawan HARIAN BANGSA tersebar di seluruh kota dan kabupaten seluruh Jawa Timur. Bahkan satu kota dan kabupaten ada yangempat wartawan HARIAN BANGSA," kata EM Mas’ud Adnan yang alumnus Pesantren Tebuireng, Stikosa-AWS, dan Pascasarjana Unair itu.
Menurut dia, salah satu kekuatan HARIAN BANGSA adalah rubrik agama Islam. Di antaranya Tafsir Al-Quran Aktual yang terbit tiap hari dan diasuh Dr KH Ahmad Mustain Syaifi’i, disamping rubrik Tanya Jawab Islam yang diasuh Dr KH Imam Ghazali Said. Porsi kajian tentang agama Islam memang sangat besar di HARIAN BANGSA yakni dua halaman dengan nama Religia. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




