Soal Tukar Guling Aset, Pemprov Jatim Pilih Bersikap Pasif

Soal Tukar Guling Aset, Pemprov Jatim Pilih Bersikap Pasif Dr. Jumadi, Kepala BPKAD Jatim. foto: DIDI ROSADI/BANGSAONLINE

"Kalau tidak clear, kita akan menarik diri. Prinsipnya harus sama-sama membantu dunia pendidikan," ujar mantan penjabat Sekdaprov Jatim ini.

Disatu sisi, pemprov Jatim membantu pengembangan pendidikan Kedokteran milik UWKS, sedangkan UWKS juga membantu pendidikan incubator bisnis yang rencananya akan dibangun di Jl Jagir Wonokromo jika ruislagnya beres.

Karena dari sisi ekonomi, dalam hal ini pemprov Jatim tidak dirugikan. Mengingat luas lahan yang di ruislag jauh lebih besar dari aset milik pemprov Jatim.

"Tapi dari segi sosial pendidikan dan guru-guru di sekolah Budi Sejati harus diperhatikan," imbuh Jumadi.

Seperti diketahui, rencana ruislag atau tukar guling aset milik pemprov Jatim di Jalan Dukuh Kupang XXV yang sekarang digunakan sebagai Penginapan Remaja dengan Aset UWKS yang kini masih beroperasi SMP-SMA Budi Sejati dengan akreditasi A masih menemui banyak kendala.

Informasinya, pihak UWKS masih belum clear dengan sekolah Budi Sejati karena jika ruislag dilakukan, maka Sekolah tersebut harus hengkang di tempat tersebut. hal ini membuat kalangan DPRD Jatim yang tergabung dalam pansus aset juga keberatan jika harus menggusur sekolah yang sudah terakreditasi A dan memiliki siswa serta guru yang cukup banyak. (mdr/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warga Kota Pasuruan Berebut Minyak Goreng Curah Saat Gubernur Jatim Pantau Operasi Pasar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO