Jumat, 19 April 2019 06:11

Nyari Rumput, Buruh Tani Ditemukan Tewas di Sawah

Minggu, 10 Februari 2019 21:29 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Nyari Rumput, Buruh Tani Ditemukan Tewas di Sawah
Jenazah korban disemayamkan di rumah duka.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Parsi (60) warga Dusun Payak, Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ditemukan tewas di area persawahan Dusun Papar Utara Desa/Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, Minggu (10/2/2019).

Diduga kematian korban disebabkan karena penyakit sesak nafasnya kambuh. Kapolsek Papar Iptu Bambang Suripjanto melalui Kasi Humas Polsek Papar Aipda M Bahroni menceritakan awal mula peristiwa tersebut.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Parsi pagi pamit kepada Dewi (55) istrinya untuk pergi ke sawah mencari rumput. Namun, sebelum berangkat, Parsi mengeluh sesak nafas dan kemudian minum obat sesak nafas.

"Setelah minum obat korban berangkat mencari rumput," tutur Kasi Humas.

Korban pertama kali ditemukan tergeletak di sawah oleh Kardi (60) warga Dusun Brubus Desa Papar. Saksi pertama itu curiga korban tergeletak di sawah. Kardi lalu mendekati korban dan mencoba membangunkan korban.

"Korban tidak bangun dan bergerak. Kemudian saksi memberitahu orang sekitar lalu dilaporkan ke Kepala Desa dan diteruskan ke Polsek Papar," jelas Kasi Humas.

Petugas Polsek Papar, Identifikasi Polres Kediri, dan dokter setempat melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Hasil pemeriksaan menyimpulkan di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. "Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban," terang Kasi Humas.

Sementara itu, petugas juga memintai keterangan keluarga korban. Dari hasil keterangannya, korban mempunyai riwayat penyakit asma. Korban juga baru saja dirawat di RSUD Pelem Pare Kabupaten Kediri. "Kami menduga korban penyakitnya kambuh dan kemudian meninggal dunia," ungkap Aipda Bahroni.

Keluarga korban juga menolak jika korban dilakukan autopsi. Pihak keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan agar korban tidak dilakukan autopsi. Keluarga korban menerima atas kematian korban karena musibah. (rif/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...