Jumat, 19 Juli 2019 22:18

Nyari Rumput, Buruh Tani Ditemukan Tewas di Sawah

Minggu, 10 Februari 2019 21:29 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Nyari Rumput, Buruh Tani Ditemukan Tewas di Sawah
Jenazah korban disemayamkan di rumah duka.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Parsi (60) warga Dusun Payak, Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ditemukan tewas di area persawahan Dusun Papar Utara Desa/Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, Minggu (10/2/2019).

Diduga kematian korban disebabkan karena penyakit sesak nafasnya kambuh. Kapolsek Papar Iptu Bambang Suripjanto melalui Kasi Humas Polsek Papar Aipda M Bahroni menceritakan awal mula peristiwa tersebut.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Parsi pagi pamit kepada Dewi (55) istrinya untuk pergi ke sawah mencari rumput. Namun, sebelum berangkat, Parsi mengeluh sesak nafas dan kemudian minum obat sesak nafas.

"Setelah minum obat korban berangkat mencari rumput," tutur Kasi Humas.

Korban pertama kali ditemukan tergeletak di sawah oleh Kardi (60) warga Dusun Brubus Desa Papar. Saksi pertama itu curiga korban tergeletak di sawah. Kardi lalu mendekati korban dan mencoba membangunkan korban.

"Korban tidak bangun dan bergerak. Kemudian saksi memberitahu orang sekitar lalu dilaporkan ke Kepala Desa dan diteruskan ke Polsek Papar," jelas Kasi Humas.

Petugas Polsek Papar, Identifikasi Polres Kediri, dan dokter setempat melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

Hasil pemeriksaan menyimpulkan di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. "Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban," terang Kasi Humas.

Sementara itu, petugas juga memintai keterangan keluarga korban. Dari hasil keterangannya, korban mempunyai riwayat penyakit asma. Korban juga baru saja dirawat di RSUD Pelem Pare Kabupaten Kediri. "Kami menduga korban penyakitnya kambuh dan kemudian meninggal dunia," ungkap Aipda Bahroni.

Keluarga korban juga menolak jika korban dilakukan autopsi. Pihak keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan agar korban tidak dilakukan autopsi. Keluarga korban menerima atas kematian korban karena musibah. (rif/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...