Minggu, 21 April 2019 15:52

Tafsir Al-Isra' 23: Menceraikan Istri Tercinta atas Saran Sang Ayah

Minggu, 27 Januari 2019 14:47 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: --
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

Al-Isra': 23

23. Waqadaa rabbuka allaa ta’buduu illaa iyyaahu wabialwaalidayni ihsaanan immaa yablughanna ‘indaka alkibara ahaduhumaa aw kilaahumaa falaa taqul lahumaa uffin walaa tanharhumaa waqul lahumaa qawlan kariimaan

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.


TAFSIR:

Fuqaha' membahas soal sejauh mana perintah orang tua itu berkekuatan hukum menurut syari'ah agama, dan sejauh mana perintah itu harus dituruti. Batasan terjelas adalah ketika perintah maksiat, maka tidak boleh dipatuhi. Sedangan perintah yang berobyek amal mubah, maka kekuatan perintah orang tua itu menaikkan derajat hukum mubah menjadi sunnah.

Jika yang diperintahkan itu berhukum sunnah, maka perintah itu menguatkan kesunnahan amal tersebut. Walhasil, mematuhi perintah orang tua itu amal ibadah berpahala.

Abdullah ibn Umar pernah bertutur, bahwa dia pernah menikahi seorang wanita yang sangat dicintai. Tapi sayang, ayahnya, yaitu Umar ibn al-Khattab membencinya, lalu Umar menyuruh Abdullah agar menceraikan. Ibn Umar bimbang dan menghadap Rasulullah SWT meminta fatwa. Nabi bersabda : "Wahai Abdullah, turuti perintah ayahmu, ceraikan dia". Hadis riwayat al-Turmudzy, (al-Qurtuby:XI/p.239). 

Disinyalir, hal itu karena Umar ibn al-Khattab melihat mafsadah lebih besar jika Abdullah terus mempertahankan hidup berumah tangga bersama si wanita itu. Tentu saja masalah ini tidak bisa digebyah uyah, dipukul rata, bahwa perintah ayah harus dituruti, melainkan dibutuhkan kearifan.

Karena, masing-masing kasus punya sifat tersnediri. Mengingat yang menyuruh adalah sekelas Umar ibn al-Khattab R.A. dan yang menguatkan sekelas Rasulullah SAW, maka pasti dengan pertimbangan yang kuat. Hal itu pernah terjadi pada nabi Ismail A.S. yang menceraikan istrinya atas perintah dari sang ayah, nabi Ibrahim A.S.

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...