Jumat, 23 Agustus 2019 06:07

Tafsir Al-Isra' 23: Menceraikan Istri Tercinta atas Saran Sang Ayah

Minggu, 27 Januari 2019 14:47 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: --
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

Al-Isra': 23

23. Waqadaa rabbuka allaa ta’buduu illaa iyyaahu wabialwaalidayni ihsaanan immaa yablughanna ‘indaka alkibara ahaduhumaa aw kilaahumaa falaa taqul lahumaa uffin walaa tanharhumaa waqul lahumaa qawlan kariimaan

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.


TAFSIR:

Fuqaha' membahas soal sejauh mana perintah orang tua itu berkekuatan hukum menurut syari'ah agama, dan sejauh mana perintah itu harus dituruti. Batasan terjelas adalah ketika perintah maksiat, maka tidak boleh dipatuhi. Sedangan perintah yang berobyek amal mubah, maka kekuatan perintah orang tua itu menaikkan derajat hukum mubah menjadi sunnah.

Jika yang diperintahkan itu berhukum sunnah, maka perintah itu menguatkan kesunnahan amal tersebut. Walhasil, mematuhi perintah orang tua itu amal ibadah berpahala.

Abdullah ibn Umar pernah bertutur, bahwa dia pernah menikahi seorang wanita yang sangat dicintai. Tapi sayang, ayahnya, yaitu Umar ibn al-Khattab membencinya, lalu Umar menyuruh Abdullah agar menceraikan. Ibn Umar bimbang dan menghadap Rasulullah SWT meminta fatwa. Nabi bersabda : "Wahai Abdullah, turuti perintah ayahmu, ceraikan dia". Hadis riwayat al-Turmudzy, (al-Qurtuby:XI/p.239). 

Disinyalir, hal itu karena Umar ibn al-Khattab melihat mafsadah lebih besar jika Abdullah terus mempertahankan hidup berumah tangga bersama si wanita itu. Tentu saja masalah ini tidak bisa digebyah uyah, dipukul rata, bahwa perintah ayah harus dituruti, melainkan dibutuhkan kearifan.

Karena, masing-masing kasus punya sifat tersnediri. Mengingat yang menyuruh adalah sekelas Umar ibn al-Khattab R.A. dan yang menguatkan sekelas Rasulullah SAW, maka pasti dengan pertimbangan yang kuat. Hal itu pernah terjadi pada nabi Ismail A.S. yang menceraikan istrinya atas perintah dari sang ayah, nabi Ibrahim A.S.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...