Minggu, 17 Februari 2019 09:42

Tafsir Al-Isra' 23: Menceraikan Istri Tercinta atas Saran Sang Ayah

Minggu, 27 Januari 2019 14:47 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: --
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

Al-Isra': 23

23. Waqadaa rabbuka allaa ta’buduu illaa iyyaahu wabialwaalidayni ihsaanan immaa yablughanna ‘indaka alkibara ahaduhumaa aw kilaahumaa falaa taqul lahumaa uffin walaa tanharhumaa waqul lahumaa qawlan kariimaan

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.


TAFSIR:

Fuqaha' membahas soal sejauh mana perintah orang tua itu berkekuatan hukum menurut syari'ah agama, dan sejauh mana perintah itu harus dituruti. Batasan terjelas adalah ketika perintah maksiat, maka tidak boleh dipatuhi. Sedangan perintah yang berobyek amal mubah, maka kekuatan perintah orang tua itu menaikkan derajat hukum mubah menjadi sunnah.

Jika yang diperintahkan itu berhukum sunnah, maka perintah itu menguatkan kesunnahan amal tersebut. Walhasil, mematuhi perintah orang tua itu amal ibadah berpahala.

Abdullah ibn Umar pernah bertutur, bahwa dia pernah menikahi seorang wanita yang sangat dicintai. Tapi sayang, ayahnya, yaitu Umar ibn al-Khattab membencinya, lalu Umar menyuruh Abdullah agar menceraikan. Ibn Umar bimbang dan menghadap Rasulullah SWT meminta fatwa. Nabi bersabda : "Wahai Abdullah, turuti perintah ayahmu, ceraikan dia". Hadis riwayat al-Turmudzy, (al-Qurtuby:XI/p.239). 

Disinyalir, hal itu karena Umar ibn al-Khattab melihat mafsadah lebih besar jika Abdullah terus mempertahankan hidup berumah tangga bersama si wanita itu. Tentu saja masalah ini tidak bisa digebyah uyah, dipukul rata, bahwa perintah ayah harus dituruti, melainkan dibutuhkan kearifan.

Karena, masing-masing kasus punya sifat tersnediri. Mengingat yang menyuruh adalah sekelas Umar ibn al-Khattab R.A. dan yang menguatkan sekelas Rasulullah SAW, maka pasti dengan pertimbangan yang kuat. Hal itu pernah terjadi pada nabi Ismail A.S. yang menceraikan istrinya atas perintah dari sang ayah, nabi Ibrahim A.S.

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Rabu, 06 Februari 2019 13:59 WIB
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menambah jumlah destinasi wisata buatan, sebuah desa di Jombang mengembangkan destinasi wisata tanaman. Di areal wisata ini, pengelola menyuguhkan ratusan aneka tanaman bunga yang menarik dan indah. Selain keindahan wisata...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Februari 2019 10:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU, 13 Februari 2019 ini, Bude Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil E. Dardak dilantik di Istana Negara sebagai Gubernur-Wakil Gubernur periode 2019-2024. Ucapan selamat dan senyum mengembang diragam kesempatan beliau yang me...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...