Senin, 06 April 2020 12:55

Empat Balita di Lumajang Diserang Sekelompok Kera Liar

Minggu, 13 Januari 2019 19:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Imron Ghozali
Empat Balita di Lumajang Diserang Sekelompok Kera Liar
Seorang ibu menggendong ananknya sambil menunjukkan luka akibat digigit kera liar.

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Gerombolan kera liar yang diduga dari Gunung Lemongan masuk ke permukiman dan menyerang sejumlah warga Lumajang, Sabtu (12/01) kemarin. Dalam dua minggu ini, dilaporkan sebanyak empat balita sekitar umur 20 bulan dilarikan menuju ke Rumah Sakit lantaran diserang oleh sekelompok kera tersebut.

Warga yang diserang, kebanyakan mengalami luka di kepala serta di paha. Salah satu korban adalah Iqbal yang masih berumur 21 bulan, balita asal Dusun Kraja, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah. Korban yang merupakan putra Eko Agianto dan Fatimah, harus mengalami luka robek di bagian dahi akibat gigitan kera, dengan panjang robek 9 centimeter. Meskipun tidak terlalu dalam, namun korban harus mendapat 16 jahitan.

"Warga sangat was-was terhadap serangan kera liar ini. Kami yang berada di sekitar kawasan hutan, menjadi sasaran kera," ungkap H. Adnan, tokoh masyarakat Tegal Randu.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan, bahwa dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya melarang jajaranya melakukan tindakan yag tidak diinginkan. "Sebisa mungkin tidak membunuh hewan liar ini. Jika keadaan mendesak bisa menggunakan tembakan obat bius," katanya saat di hubungi media ini, Minggu (13/01).

Menurut Asral, turunnya kera liar hingga ke pemukiman warga lantaran persediakan makanan di wilayah Lereng Gunung Lemongan sudah habis. Sehingga hewan tersebut turun gunung. "Dipastikan kawanan hewan liar ini mencari makan hingga turun ke pemukiman warga, karena habitat wilayahnya tinggal telah dirusak oleh masyarakat," terangnya.

Kapolres meminta agar warga di daerah setempat tidak melakukan penebangan pohon maupun merambah hutan, sehingga rumah bagi habitas kera ini tidak rusak. "Saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar sama-sama menjaga kelestarian wilayah hutan tersebut," pungkasnya. (ron/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...