Tumpukan sampah di Kelurahan Jungcangcang yang menimbulkan bau menyengat hingga kelurahan Parteker.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bau busuk sampah yang tidak pernah diangkut oleh petugas Dinas Lingkingan Hidup (DLH) dikeluhkan warga Kelurahan Parterker, Kecamatan Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Minggu (06/01/19).
“Memang posisi bak sampah berada di Kelurahan Juncancang, tapi bau busuk sampah yang tidak kunjung diambil petugas kebersihan justru dirasakan warga Parteker, khususnya di RT/RW 01/02 Parteker,” keluh Rossi, salah satu warga Desa Parteker.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
Bau busuk dari tempat sampah yang terbuat dari beton di Kelurahan Jungcangcang tersebut juga dikeluhkan para pengguna jalan yang melintas. "Kalau terus dibiarkan seperti ini, warga sepakat untuk membongkar tempat sampah yang sangat mengganggu lingkungan tersebut," ungkap Rossi.
“Selama ada tempat sampah ini, baru satu kali petugas datang mengambil sampah. Itu pun harus dilaporkan kalau ada penumpukan sampah,” ujarnya lagi.
“Bahkan warga sekitar terpaksa membakarnya agar mengurangi tumpukan dan bau sampah. Sementara yang membuang sampah dominan warga kelurahan Juncangcang, karena posisi tempat sampah berada di Juncangcang,” jelasnya.
Hanya saja pihaknya masih berupaya mencari jalan terbaik guna menyelesaikan persoalan yang meresahkan masyarakat tersebut. “Memang kami warga Parteker sudah sepakat membongkar tempat sampah ini, tapi kami mencoba minta izin sebelum melakukan pembongkaran. Khawatir keliru,” pungkasnya. (err/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




