Senin, 21 Januari 2019 20:11

Puluhan Perancang Busana Meriahkan 4th Dhoho Street Fashion

Kamis, 13 Desember 2018 17:13 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Arif Kurniawan
Puluhan Perancang Busana Meriahkan 4th Dhoho Street Fashion
Ketua Deskranasda Ferry Silviana Abu Bakar saat bersama desainer nasional Lenny Agustin dengan latar belakang para model.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan karya perancang busana ikut ambil bagian dalam 4th Dhoho Street Fashion: Warisan Agung Panji Sekartaji yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranasda) Kota Kediri, Kamis (13/12) bertempat di Taman Sekartaji. 

Pertunjukan busana ini digelar untuk mempromosikan serta melestarikan wastra yakni Tenun Ikat Bandar dan Batik Khas Kediri. Agar tenun ikat dan batik khas Kediri selalu ada di hati dan dicintai masyarakat.

Desainer Nasional seperti Didiet Maulana dan Lenny Agustin menampilkan beberapa karyanya yang berbahan tenun ikat bandar dan batik khas Kediri. Selain itu ada pula karya dari desainer lokal seperti Desty Rachmaning Caesar, Ahmad Khosim, Numansa Batik dan siswa SMKN 3 Kediri yang juga ikut mempersembahkan karyanya dari bahan tenun ikat bandar dan batik khas Kediri. 

Tak hanya SMK yang dilibatkan, Kediri Creative City Forum (KCCF) juga turut memberikan dukungan penuh. Forum yang mewadahi karya kreatif Kota Kediri ini tampil dalam showcase untuk menarasikan sejarah tenun ikat Kediri.

Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar mengungkapkan Dhoho Street Fashion ini sudah diselenggarakan empat kali. Setiap tahun mengusung tema yang berbeda, pada tahun ini mengangkat tema Warisan Agung Panji Sekartaji. Seperti diketahui epos cerita Panji ini salah satunya ada di Kota Kediri. 

“Kita angkat tema ini karena memiliki filosofi yang sangat tinggi. Hal ini juga sebagai pengingat bahwa kisah Panji ini diakui oleh UNESCO,” ujar Bunda Fey, sapaan akrabnya.

Di tahun ke empat pelaksanaan Dhoho Street Fashion, Fey mengatakan bila karya-karya nya semakin beragam. Seperti karya-karya desainer lokal yang sudah mengarah ke busana siap pakai. 

“Desainer lokal sudah membuat karya ke baju yang ready to wear. Sehingga bisa digunakan ke berbgai acar. Saya rasa karya-karyanya semakin oke,” jelasnya.

Bunda Fey juga optimis terhadap perkembangan tenun ikat dan batik khas Kota Kediri. Menurutnya, saat pengrajin tenun ikat maupun batik khas Kota Kediri mengikuti pameran produknya selalu diminati oleh pasar. Hal ini dikarenakan tenun ikat yang dimiliki Kota Kediri harganya bersaing dan memiliki keunggulan pada rapatan benangnya. 

Batik Kota Kediri juga memiliki pasar tersendiri. Apalagi saat ini pengrajin batik di Kota Kediri juga semakin banyak, bahkan hampir disetiap kelurahan di Kota Kediri memiliki kerajinan batik.

Wanita yang juga menjabat sebagai TP.PKK Kota Kediri ini menyadari bila tidak mudah dalam mengembangkan bisnis tenun ikat ataupun batik. Tidak hanya fashionnya saja namun juga haru mengembangkan brand yang kuat. Untuk itu Dekranasda Kota Kediri dan Pemkot Kota Kediri memiliki beberapa program untk terus memajukan usaha tenun ikat serta batik khas Kota Kediri. 

“Ini bukan hanya tentang memproduksi karya namun bagaimana karya ini memiliki value yang memikat hati masyarakat,” pungkasnya.

Usai peragaan busana, salah satu Warisan Agung Panji Sekartaji dirinya menampilkan 24 karyanya yang bertema Katresnan yang terinspirasi dari kisah percintaan Panji dan Sekartaji dan dari siluet-siluet wayang. 

“Itulah kenapa tadi rancangan-rancangan busana saya banyak memakai unsur tumpuk-tumpuk dibawah. Karena busana wayang biasanya tumpuk-tumpuk dibawah dan tadi juga banyak menggunakan hiasan. Saya berusaha menampilkan transkrip-transkrip yang ada di cerita Panji Sekartaji,” ungkapnya.

Peragaan Busana ini dihadiri oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Generasi Pertama Tenun Ikat Latif Suwignyo, Forkopimda Kota Kediri, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota Di Wilayah Eks-Karesidenan Kediri, perwakilan perbankan, dan perwakilan organisasi wanita di Kota Kediri. (rif/ian)

Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Rabu, 16 Januari 2019 09:58 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*17 JANUARI 2019 diagendakan pagelaran akbar berdemokrasi yang konon dinanti banyak orang. Konon saja mengingat situasinya sudah dipahami oleh khalayak mengenai materi yang diperbincangkan, bukan yang diperdebatkan. Inilah pe...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...