Kapolres Gresik AKPB Wahyu S. Bintoro saat melihat kondisi bangunan ponpes usai ambruk. foto: syuhud/bangsaonline
Ansori menduga kondisi eks lahan persawahan, dan konstruksi bawah (pondasi) bangunan Ponpes yang tak kuat menahan beban berat mengakibatkan bangunan ambruk. "Saya ini tak tahu konstruksi. Kemungkinan kalau tiga lantai, saya kira masih kuat. Tapi kalau sudah empat, apalagi ini mau lima lantai, ya begini ini kejadiannya (ambruk). Coba lihat sendiri saja besi-besi konstruksinya, tidak besar-besar juga," katanya sambil menujuk besi yang terlihat usai bangunan ambruk.
Sebelum ambruk, di Ponpes Al Azhar tersebut ada sekitar 100-an santriwati yang sedang belajar tahfidhul qur'an. Setelah pengurus Ponpes Al Azhar mengetahui bangunan miring, santri kemudian dipindah ke Ponpes pusat di Desa Boteng Kecamatan Menganti.
Kepala Dinas Satpol PP Gresik, Abu Hasan, mengaku sempat dimintai bantuan personel untuk mengamankan Ponpes dan membantu evakuasi santri. "Iya pada Selasa (27/11/2018) sejak pukul 15.00 WIB santri sudah diungsikan ke pondok pusat di Menganti," katanya kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (27/11/2018). (hud/dur)

(Bangunan gedung Ponpes Al-Azhar sebelum ambruk)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




