Bunga ini menjadi rambu agar pengendara roda dua menghindari jalur maut di jalan Letkol Sumardjo. foto: yudi eko purnomo/ bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Revitalisasi jalan Letkol Sumardjo Kota Mojokerto sejak sebulan lalu akhirnya berujung persoalan. Sejumlah warga menancapkan beragam tanaman dan bak sampah di empat titik main hole atau bak kontrol sudetan saluran avur, persis di tengah jalan.
Tindakan warga dan aktivis lalu lintas ini dilakukan sejak keberadaan bak kontrol yang dalam tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
BACA JUGA:
- Pria Asal Jombang Ditemukan Meninggal di Depan Musala Hotel Tegalsari Mojokerto
- BPJS Kesehatan Mojokerto Gandeng Media Perkuat Edukasi Program JKN
- DPRD Kabupaten Mojokerto Soroti Kelalaian Perlindungan Kerja, Perusahaan Diminta Tanggung Jawab
- 2.500 Siswa Ikuti Try Out TKA di Ponpes Amanatul Ummah, Ini Pesan Bupati Mojokerto
"Sudah empat warga saya jadi korban (laka lantas, red). Gara-garanya bak itu terlalu dalam sejak jalan tersebut ditinggikan, " papar Wuliyono, seorang ketua RW di lingkungan Kelurahan Suratan, Kecamatan Magersari, Seninj (12/11) lalu.
Tokoh masyarakat ini mengungkapkan, keberadaan bak kontrol di tengah jalan tersebut menimbulkan bahaya terutama bagi pengendara roda dua. "Karena lokasinya yang berada di tengah jalan bak kontrol itu membahayakan. Sebelumnya pun, bak tersebut banyak yang jebol karena tak kuat menahan beban kendaraan bertonase berat. Apalagi sekarang aspalnya telah ditinggikan," imbuhnya.
Selanjutnya, sejumlah warga menempatkan berbagai tanaman termasuk bak sampah untuk menandai obyek rawan tersebut. "Dikasih warga dan aktivitas lalu lintas tanaman. Biar nggak makan korban lagi," tandasnya.
Wuliyono menuturkan, tak hanya membahayakan, bak kontrol tersebut membuat jalan raya tersebut crowded. "Kalau ada acara di daerah sekitar mengingat di tempat itu ada gereja dan kantor BPPKA maka jalan tersebut sudah dapat dipastikan crowded. Ini yang terjadi, "keluhnya.






