Rabu, 21 Agustus 2019 22:13

Jalan Terjal Mewujudkan Proyek Revitalisasi Alun-alun Gresik

Minggu, 11 November 2018 05:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: --
Jalan Terjal Mewujudkan Proyek Revitalisasi Alun-alun Gresik
M. Syuhud Almanfaluty.

Oleh: M. Syuhud Almanfaluty*

Banyak jalan terjal yang harus dilalui Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dalam mewujudkan proyek mercusuar "Revitalisasi Alun-Alun Gresik".

Sebab, proyek yang digagas di periode kedua kepemimpinannya ini bisa dibilang banyak mendapatkan perlawanan.

Bahkan, perlawanan itu terjadi hingga sekarang, khususnya, dari pedagang kaki lima (PKL) eks Alun-Alun yang kini telah direlokasi ke Jalan Noto Prayitno Kecamatan Kebomas.

PKL eks Alun-alun itu masih kerap menggelar demo di DPRD, menuntut agar mereka diizinkan kembali berjualan di sekitar Alun-alun Gresik, dan meminta Alun-alun dilestarikan seperti semula.

Bukan tanpa alasan mereka berdemo. Sebab, semenjak direlokasi ke Jalan Noto Prayitno, omzet mereka menurun drastis karena sepi pembeli.,

Selain PKL, proyek revitalisasi Alun-alun Gresik yang didengung-dengungkan untuk melestarikan predikat Gresik sebagai kota santri dan wali juga 'meminta tumbal' para aktivis yang selama ini getol menolak revitalisasi Alun-alun.

Tiga aktivis yang menentang dan kerap melakukan demo penolakan revitalisasi Alun-alun harus rela berurusan dengan hukum karena diduga melakukan tindakan kriminal.

Mereka menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik dan diputus percobaan atas dakwaan dengan pasal berbeda, yakni pasal 160, pasal 170 dan pasal 351, tentang Penghasutan, Pengerusakan dan Pengeroyokan terkait aksinya pada saat berdemo menolak revitalisasi Alun-alun di halaman Kantor Bupati pada 5 September 2017.

Kini, proyek tersebut telah dikerjakan dan mencapai setengah jalan. Namun, proses pembangunan proyek tersebut ternyata juga menemui jalan terjal dan hambatan.

Dimulai pada 2017, saat pembangun tahap awal. Saat itu Pemkab Gresik menyiapkan anggaran Rp 15.403.573.900. Dalam prosesnya, lelang proyek pembangunan tahap awal itu akhirnya dimenangkan rekanan PT. Cipta Prima Selaras dengan anggaran Rp 14,4 miliar.

Masalah kemudian muncul saat rekanan tersebut ternyata tak bisa menuntaskan pekerjaan yang telah ditargetkan hingga akhir Desember 2017. Pemkab pun akhirnya dikabarkan hanya membayar PT. Cipta Prima Selaras sesuai dengan hasil pekerjaan.

Lantas, pembangunan berlanjut di tahun 2018. Di sini, tampaknya fenomena serupa akan kembali menimpa proyek revitaliasi Alun-alun Gresik tahap II.

Proyek yang kini dikerjakan oleh PT. Anugerah Konstruksi Indonesia (AKI) dengan hasil lelang Rp 9 miliar dari pagu APBD 2018 Rp 10 miliar, kembali menjadi sorotan.

Mendadak, Bupati Sambari Halim Radianto meminta agar sejumlah bangunan dibongkar karena tak sesuai gambar. Bahkan, Kepala DPUTR Gunawan Setijadi mengultimatum PT. AKI, apabila dalam batas toleransi ketiga tak bisa menuntaskan pekerjaan sesuai progres, maka kontrak akan diputus.

Sampai saat ini, dengan sisa waktu kurang dari 2 bulan di tahun 2018 ini, progres revitalisasi Alun-alun Gresik baru mencapai 68 persen.

Akankah proyek kebanggaan Bupati Sambari Halim Radianto ini akan tuntas sesuai rencana dengan desain yang telah disepakati? Atau kembali akan menemui jalan terjal? Wallahu a'lam bishawab.

*Penulis merupakan wartawan senior Gresik

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...