Senin, 01 Juni 2020 02:38

Jalan Terjal Mewujudkan Proyek Revitalisasi Alun-alun Gresik

Minggu, 11 November 2018 05:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: --
Jalan Terjal Mewujudkan Proyek Revitalisasi Alun-alun Gresik
M. Syuhud Almanfaluty.

Oleh: M. Syuhud Almanfaluty*

Banyak jalan terjal yang harus dilalui Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dalam mewujudkan proyek mercusuar "Revitalisasi Alun-Alun Gresik".

Sebab, proyek yang digagas di periode kedua kepemimpinannya ini bisa dibilang banyak mendapatkan perlawanan.

Bahkan, perlawanan itu terjadi hingga sekarang, khususnya, dari pedagang kaki lima (PKL) eks Alun-Alun yang kini telah direlokasi ke Jalan Noto Prayitno Kecamatan Kebomas.

PKL eks Alun-alun itu masih kerap menggelar demo di DPRD, menuntut agar mereka diizinkan kembali berjualan di sekitar Alun-alun Gresik, dan meminta Alun-alun dilestarikan seperti semula.

Bukan tanpa alasan mereka berdemo. Sebab, semenjak direlokasi ke Jalan Noto Prayitno, omzet mereka menurun drastis karena sepi pembeli.,

Selain PKL, proyek revitalisasi Alun-alun Gresik yang didengung-dengungkan untuk melestarikan predikat Gresik sebagai kota santri dan wali juga 'meminta tumbal' para aktivis yang selama ini getol menolak revitalisasi Alun-alun.

Tiga aktivis yang menentang dan kerap melakukan demo penolakan revitalisasi Alun-alun harus rela berurusan dengan hukum karena diduga melakukan tindakan kriminal.

Mereka menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik dan diputus percobaan atas dakwaan dengan pasal berbeda, yakni pasal 160, pasal 170 dan pasal 351, tentang Penghasutan, Pengerusakan dan Pengeroyokan terkait aksinya pada saat berdemo menolak revitalisasi Alun-alun di halaman Kantor Bupati pada 5 September 2017.

Kini, proyek tersebut telah dikerjakan dan mencapai setengah jalan. Namun, proses pembangunan proyek tersebut ternyata juga menemui jalan terjal dan hambatan.

Dimulai pada 2017, saat pembangun tahap awal. Saat itu Pemkab Gresik menyiapkan anggaran Rp 15.403.573.900. Dalam prosesnya, lelang proyek pembangunan tahap awal itu akhirnya dimenangkan rekanan PT. Cipta Prima Selaras dengan anggaran Rp 14,4 miliar.

Masalah kemudian muncul saat rekanan tersebut ternyata tak bisa menuntaskan pekerjaan yang telah ditargetkan hingga akhir Desember 2017. Pemkab pun akhirnya dikabarkan hanya membayar PT. Cipta Prima Selaras sesuai dengan hasil pekerjaan.

Lantas, pembangunan berlanjut di tahun 2018. Di sini, tampaknya fenomena serupa akan kembali menimpa proyek revitaliasi Alun-alun Gresik tahap II.

Proyek yang kini dikerjakan oleh PT. Anugerah Konstruksi Indonesia (AKI) dengan hasil lelang Rp 9 miliar dari pagu APBD 2018 Rp 10 miliar, kembali menjadi sorotan.

Mendadak, Bupati Sambari Halim Radianto meminta agar sejumlah bangunan dibongkar karena tak sesuai gambar. Bahkan, Kepala DPUTR Gunawan Setijadi mengultimatum PT. AKI, apabila dalam batas toleransi ketiga tak bisa menuntaskan pekerjaan sesuai progres, maka kontrak akan diputus.

Sampai saat ini, dengan sisa waktu kurang dari 2 bulan di tahun 2018 ini, progres revitalisasi Alun-alun Gresik baru mencapai 68 persen.

Akankah proyek kebanggaan Bupati Sambari Halim Radianto ini akan tuntas sesuai rencana dengan desain yang telah disepakati? Atau kembali akan menemui jalan terjal? Wallahu a'lam bishawab.

*Penulis merupakan wartawan senior Gresik

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...