Rabu, 24 Juli 2019 04:23

Ratusan Tenaga Honorer Pemkab Jombang Gelar Aksi Menolak Pendaftaran CPNS

Rabu, 03 Oktober 2018 14:08 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Rony Suhartomo
Ratusan Tenaga Honorer Pemkab Jombang Gelar Aksi Menolak Pendaftaran CPNS
Tenaga honorer K-2 unjuk rasa di DPRD Jombang, Rabu (3/10). foto: rony suhartomo/ bangsaonline

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Gelombang unjuk rasa menolak rekrutmen CPNS yang dilakukan pegawai honorer belakangan ini marak di sejumlah daerah. Di Jombang, aksi unjuk rasa yang dilakukan guru honorer Jombang, Rabu (3/10/2018) kembali digelar.

Dalam aksinya kali ini, ratusan pahlawan tanpa tanda jasa ini menuju ke gedung DPRD Jombang. Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan guru honorer ini, dengan tertib tiba di gedung wakil rakyat di Jl KH Wachid Hasyim Jombang.

Dengan membawa puluhan poster bertuliskan tuntutan, para honorer yang mayoritas guru itu di depan gedung dewan berorasi secara bergantian. Mereka menolak rekrutmen CPNS dan menuntut perhatian pemerintah terhadap honorer yang selama ini terabaikan nasibnya.

“Kami akan melakukan aksi mogok mengajar jika tuntutan kami tidak dihiraukan,” ujar salah seorang guru honorer dalam orasinya.

Menurut mereka, terkait rekrutmen CPNS tersebut, seluruh honorer K2 tidak akan mendaftarkan diri dalam rekrutmen CPNS. ”Batalkan rekrutmen CPNS, batalkan. Rekrutmen CPNS adalah penghianatan terhadap honorer yang telah lama mengabdi,” ucap salah seorang honorer di sela-sela demo dengan suara lantang.

Koordinator aksi demo, Ipung Kurniawan mengatakan, aksi yang dilakukan adalah sebagai upaya untuk mendorong pemerintah Jombang mengirim surat penolakan pendaftaran CPNS yang tengah berlangsung.

Menurutnya, penolakan tersebut sebagai bentuk rendahnya perhatian pemerintah terhadap nasib honorer yang sudah lama mengabdi.

“Apalagi, dari kuota 428 lowongan, jalur khusus honorer hanya sebanyak 80 formasi. Jumlah ini tidak sebanding jumlah honorer di Jombang sebanyak 800 orang honorer. Karena itu, kami menolak rekrutmen CPNS kali ini,“ ujar Ipung Kurniawan.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Jombang, Cakup Ismono, yang menemui pengunjuk rasa di gedung dewan mengatakan, sudah mendengar dan mengetahui apa yang dikeluhkan honorer.

Menurut Cakup, sejak awal pihaknya mengawal honorer dalam pertemuan-pertemuan resmi. ”Terkait dengan tuntutan panjenangan yang menolak hentikan pengadaan CPNS, DPRD mengapresiasi. Cuma tolong ini disampaikan ke pihak eksekutif, baik bupati atau wakil bupati,“ ujar Cakup kepada pengunjuk rasa.

Selanjutnya, usai diterima Cakup Simono, ratusan honorer ini long march menuju ke Kantor Pemkab Jombang, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari gedung DPRD Jombang, ke arah selatan.

Saat berita ini ditulis, pengunjuk rasa sudah bergeser dari depan kantor Pemkab Jombang, dan berada di depan Pendopo Pemkab Jombang, menggelar orasi. (ony/dur)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...