Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat memimpin istighotsah di kediaman Umi Nadhiroh, Sekretaris PAC Muslimat NU Sukolilo Surabaya. foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 1000 lebih warga NU dan Muslimat NU mengikuti Istighotsah untuk mengawal kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Acara doa bersama yang bertempat di kediaman Umi Nadhiroh, Sekretaris PAC Muslimat NU Kecamatan Sukolilo Surabaya itu dipimpin Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur.
Hadir dalam acara itu Muhammad Habibur Rochman, SE (Gus Habib), putra Kiai Asep, yang kini Bendahara Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pusat. Gus Habib adalah calon anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dapil Surabaya dan Sidoarjo. Menurut Daftar Caleg Sementara (DCS) yang diumumkan KPU, Gus Habib nomor 1.
BACA JUGA:
- Syaikh dari Mesir Pimpin Doa, Kiai Asep Pimpin Shalat Malam di Amanatul Ummah Humbang Raya Kapuas
- Menista Kiai dan Pesantren Lirboyo, Kiai Asep Desak Chairul Tanjung Sanksi tegas Direktur Trans7
- Berita 1.237 Santri Amanatul Ummah Lolos PTN-LN di HARIAN BANGSA, Orang Tua Terpikat Amanatul Ummah
- Keren Banget, 1.237 Santri Amanatul Ummah Diterima di PTN dan LN, Kiai Asep Terkejut
Hadir juga Direktur HARIAN BANGSA dan bangsaonline.com, EM Mas’ud Adnan, M.Si. Alumnus Pesantren Tebuireng Jombang dan mantan Wakil Ketua Balitbang PWNU Jatim ini juga calon anggota DPRD Jatim dari PPP dapil Surabaya. Dalam DCS, EM Mas’ud Adnan tercatat caleg nomor 2. Juga hadir Dwi Astutik Caleg DPRD Jatim nomor urut 1.
Para caleg DPRD Kota Surabaya juga hadir, terutama dapil 3. Selain Umi Nadhiroh yang caleg nomor 2 dapil 3, juga hadir H. Norman Fauzi caleg nomor 1. Juga tampak Artika, caleg DPRD Kota Surabaya nomor urut 4 dan Drs Chodoiri caleg DPRD Kota Surabaya nomor urut 6.
Sedang dari Dapil lain tampak Ketua DPC PPP Kota Surabaya Drs. Buchori Imron yang caleg DPRD Kota Surabaya nomor 1 dapil 2. Juga tampak Ndaru Nurmaningsih, Suparno, Woro Wandansari, Nurfitrati Z, Moh Siri, dan lainnya.
Kiai Asep selain memimpin istighotsah juga mengajarkan tentang cara salat hajat yang istijabah (diterima dan dikabulkan Allah) dan doa-doa untuk mendapat rezeki yang melimpah.
Mantan ketua PCNU Kota Surabaya ini mengaku sewaktu mudanya sangat miskin. “Saya dulu pernah jadi kuli bangunan,” kata Kiai Asep. Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pusat ini mengaku kini kaya dan jadi milarder setelah mengerjakan salat hajat yang ia tekuni hingga kini. “Saya tiap malam bangun jam 3.00. Walaupun saya tidur jam 12 malam tapi saya usahakan pukul 3.00 saya bangun,” katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




