Tak Lama Lagi, Membangun Rumah Cukup Diprint

Tak Lama Lagi, Membangun Rumah Cukup Diprint ?inilah mesin KamerMaker, sebuah printer 3D yang diproyeksikan untuk membangun sebuah rumah. foto:repro dw.de

Di dalam mesin, pipa panjang menghubungkan langit-langit dengan bagian atas printer. Untuk mencetak, bukan tinta yang digunakan, melainkan lapisan plastik leleh berwarna putih. Saat lapisan mengeras, printer mengulangnya ratusan kali, hingga terbentuk obyek plastik yang padat. Ini dilakukan lapis demi lapis selama beberapa jam.

"Printer ini berfungsi dan bisa mencetak. Tapi belum sempurna. Kerjanya kurang cepat," kata Vermeulen, yang berharap proyek ini akan menginspirasi ide baru tentang arsitektur dan konstruksi perumahan.

"Kami ingin mengetahui apa arti teknik ini bagi perumahan tujuh milyar warga bumi. Karena saat ini, dengan teknik konstruksi yang ada dan cara kita menggunakan sumber alam, tidak akan memadai."

Vermeulen dan pendukung printer 3D lainnya mengatakan, tersebut bisa lebih ramah lingkungan dibandingkan teknik pembangunan tradisional.

Contohnya, materi bangunan seperti kayu dan semen tidak perlu lagi diangkut ke lokasi bangunan. Sampah yang diproduksi juga akan lebih sedikit, karena printer hanya menggunakan jumlah bahan mentah yang benar-benar diperlukan untuk menciptakan setiap disain.

Bahkan kini muncul pembicaraan untuk mencetak panel surya langsung ke struktur rumah.

Tidak Hanya Plastik

KamerMaker saat ini mencetak dengan plastik daur ulang. Tapi ini bisa berubah. "Ini materi yang saat ini bisa digunakan dengan tersebut," jelas Vermeulen. "Kami sudah mencoba cetakan dengan M.D.F, serpihan kayu dengan polimer. Hasilnya seperti kayu. Jadi kita bisa mengampelasnya dan akan tercium bau kayu. Percobaan bisa dilakukan dengan materi yang sama sekali baru dalam bentuk baru."

Para arsitek DUS akan mulai mencetak desainnya tahun ini di sepanjang kanal di daerah utara Amsterdam. Jika sukses, proyek ini akan menjadi patokan masa depan printer 3D di dunia arsitektur.

Sumber: dw.de

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO