Selasa, 21 Agustus 2018 13:01

Jadi Tahanan, ​Pengedar Narkoba Lakukan Ijab Kabul di Polres Jombang

Jumat, 10 Agustus 2018 00:17 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rony Suhartomo
Jadi Tahanan, ​Pengedar Narkoba Lakukan Ijab Kabul di Polres Jombang
Saat ijab kabul di masjid Polres Jombang. Foto: RONY S/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Novianto (20), pria asal Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kodya Mojokerto terpaksa menjalani ijab kabul di Masjid Polres Jombang, Kamis (9/8). Pasalnya, Novianto adalah seorang tahanan Polres Jombang karena kasus narkoba. 

Sedangkan yang wanita adalah Ella Novianti (18), warga Desa Balonglombok, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Keduanya mengikat janji untuk menjadi suami istri. Usai ijab kabul dilakukan, Novianto tak bisa membendung air matanya. Dia menangis menyesali perbuatannya hingga menjadi tahanan polisi karena kasus narokaba. Akibat itu pula, warga Meri ini harus menikah di penjara.

"Saya menyesal. Karena terjerat narkoba akhirnya menjalani proses pernikahan di kantor polisi. Selama ini saya hanya ikut-ikutan," kata Novianto sembari meneteskan air mata.

Pria yang akrab disapa Nopek ini hanya berharap sang istri sabar menunggu hingga dirinya keluar dari penjara. "Saya tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi. Bergelut dengan narkoba," sambungnya.

Sementara Ella tak banyak bicara. Sejak diarak ke masjid untuk ijab kabul, dia lebih banyak menunduk. Begitu juga usai proses pernikahan. Dia hanya sempat menunjukkan surat nikah untuk dipotret wartawan setelah ijab.

Kasat Reskoba Polres Jombang AKP Muhammad Mukid ikut mendampaingi Nopek saat ijab kabul. Usai acara dia mengatakan, Nopek dibekuk petugas dalam kasus peredaran pil koplo jenis dobel L. Awalnya petugas menangkap seorang bandar dengan barang bukti berupa 25 ribu pil koplo.

Setelah dilakukan pengembangan, akhirnya muncul nama Nopek. Dalam jaringan tersebut, Nopek juga ikut menjadi pengedar. "Dia menjadi kaki tangan bandar tersebut. Nopek juga kita tangkap berikut barang bukti," kata Mukid.

Atas perbuatannya, pria yang menjalanu ijab kabul di Polres Jombang itu dijerat UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Ancamannya, 15 tahun penjara.

Usai menjalani ijab-kabul, Nopek digelandang kembali ke tahanan Polres Jombang. Sejumlah kerabat serta sang istri juga ikut mengantar Nopek ke balik jeruji besi. Namun sebelum itu, layaknya pesta pernikahan, mereka menikmati kue yang dibawa dari rumah. (ony/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...