Khofifah saat tasyakuran bersama relawan.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pasca ditetapkan sebagai Gubernur Jawa Timur terpilih oleh Komisi Pemiihan Umum (KPU) Jatim, Khofifah Indar Parawansa (KIP) mulai mensinkronkan program Nawa Bhakti Satya dan janji-janji kampanye dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur tahun 2019. Sinkronisasi program ini diperlukan agar pembangunan Jawa Timur 5 tahun ke depan bisa berkesinambungan.
“RPJMD Jatim 5 tahunan yang tinggal setahun ini seperti apa? supaya bisa disinkronkan dengan RPJMD 5 tahun ke depan. Makanya sebelum tanggal 14 Agustus paling tidak ada dua pertemuan lagi dengan tim Pemprov Jatim dengan sistem karantina agar tidak hit and run,” ujar Khofifah, Kamis (2/8).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Menurut Ketua Umum PP Muslimat NU itu, Gubernur Jatim Soekarwo maupun Plt Sekdaprov Jatim, Jumadi juga sudah mempersiapkan bahan-bahan yang akan didiskusikan. Karena itu pihaknya akan menyisir kembali RPJMD, Nawa Bhakti Satya, janji kampanye maupun KUA PPAS yang bisa disinkronkan dalam RPJMD Jatim 2019.
“Saya kira program penanggulangan kemiskinan melalui Jalin Matra bisa disinergikan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) jadi di RPJMD Jatim 2019 masih berkelanjutan,” kata Khofifah Indar Parawansa.
Dicontohkan Khofifah, peran Bakorwil Jatim akan lebih diintensifkan bukan hanya menjadi pusat informasi super koridor tapi juga akan dijadikan sebagai koordinator program millenial job center dan communal branding.
“Sebagai pusat informasi super koridor, Bakorwil nantinya juga didampingi lawyer, transletter maupun operator,” jelasnya.
Sedangkan untuk millenial job center, lanjut Khofifah, era sekarang masuk kategori Hit Ekonomic di mana tipikal pekerja suka berpindah-pindah atau freelance. Di sisi lain pengusaha juga lebih senang pekerja kontrak daripada pekerja tetap.
“Pekerjaan seperti fotografer, disainer dan programer biasanya lebih suka freelance bagi pekerja junir. Tapi yang sudah senior bisa dijadikan sebagai tutor atau mentor,” terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




