Minggu, 09 Agustus 2020 03:30

PCNU Babat: Pengurus NU Terlibat Politik Malah Sengsarakan Umat

Minggu, 22 Juli 2018 17:54 WIB
Editor: EM Mas'ud Adnan
Wartawan: MMA
PCNU Babat: Pengurus NU Terlibat Politik Malah Sengsarakan Umat
H Sisyanto, SH, MH. Foto: MMA/bangsaonline.com

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Babat H. Sisyanto, SH, MM minta agar Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah PWNU ke depan tidak terlibat politik praktis. ”Itu malah menyengsarakan umat,” kata Sisyanto kepada bangsaonline.com ketika diminta komentar tentang kriteria figur yang layak mimpin NU Jatim ke depan.

Karena itu ia berharap agar Ketua PWNU akan datang adalah sosok yang memperhatikan kepentingan umat. Menurut dia, selain memprioritaskan kemandirian ekonomi NU juga perlu memperhatiakn soal kesehatan. “Karena itu PCNU Babat membangun Rumah Sakit NU (RSNU),” kata Sisyanto. Padahal PCNU Babat baru berdiri dan pengurusnya dilantik tiga tahun lalu, tepatnya 27 Juli 2015.

Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama (Konferwil NU) Jawa Timur bakal digelar pada 28 – 29 Juli 2018 di Pesantren Lirboyo Kediri. Konferwil NU ini akan diikuti 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur.

Yang menarik, hampir semua Rais dan Ketua PCNU merasa jengah dengan keterlibatan PWNU ke dalam politik praktis. Selain itu banyak yang berharap PWNU dipimpin oleh sosok yang secara finansial mandiri terutama karena mampu secara ekonomi.

Sebelumnya, Rais Syuriah PCNU Sumenep KH Taufiqurrahman menegaskan bahwa NU ke depan harus dipimpin oleh sosok yang secara ekonomi mampu sehingga tidak menjadikan NU sebagai komoditas. ”Agar tak menjual NU,” tegas Kiai Taufiqurrahman kepada bangsaonline.com, Selasa malam (17/7/2018).

Bahkan Kiai Taufiqurrahman tak segan-segan menyebut nama untuk Ketua Tanfidziah PWNU ke depan. “Kalau Gus Kikin bersedia bagus,” katanya.

Gus Kikin adalah KH Kikin Abdul Hakim yang kini pengasuh operasional Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Gus Kikin adalah dzuriyah dari Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari. Gus Kikin putra pasangan Kiai Mahfud dan Nyai Abidah Pesantren Seblak Jombang. Nyai Abidah adalah putri Nyai Khoiriyah, putri tertua Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Selain pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Kikin dikenal sebagai pengusaha di bidang oil dan migas serta media telivisi.

Sementara untuk Rais Syuriah PWNU Jatim, Kiai Taufiqurrahman sepakat jika Dr KH Asep Saifuddin Chalim bersedia. Kiai Asep Saifuddin Chalim adalah pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto. Kini Kiai Asep menjabat Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pusat dan Musytasyar PCNU Surabaya, disamping A’wan PWNU Jatim.

Kiai Asep adalah putra KH Abdul Chalim, salah satu pendiri NU. Pada kepengurusan PBNU pertama Kiai Abdul Chalim menjabat Naibul Katib (Katib tsani) Syuriah. Sedang KH Abdul Wahab Hasbullah menjabat Katib Awal (Katib Aam). Saat itu Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari Rais Akbar dan Hasan Gipo Ketua Umum Tanfidziyah. (tim)

Sumber: MMA
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...