Senin, 22 April 2019 08:02

​Paslon Menawan Terima Lapang Dada, Asik dengan Catatan

Jumat, 29 Juni 2018 11:15 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Iwan Irawan
​Paslon Menawan Terima Lapang Dada, Asik dengan Catatan
Wanedi, cawawali nomor urut 1 didampingi istri saat mendatangi TPS 17 di SDN Karangbesuki 3 untuk melakukan pencoblosan. foto: Iwan Irawan/ bangasaonline.com

MALANG, BANGSAONLINE.com - Hasil Quick Count Pilkada Kota Malang menempatkan paslon nomor urut 3 Sutiaji-Edi (Sae) sebagai pemenang dengan 44,31 persen suara. Sedangkan urutan kedua ditempati paslon nomor urut 2 Anton-Syamsul dengan meraup 36,39 persen suara, disusul paslon nomor urut 1 Nanda-Wanedi dengan raihan 19,30 persen suara.

Terkait hasil ini, masing-masing paslon memberikan tanggapannya. Wanedi misalnya, ia menyatakan menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. "Apapun yang sudah diperoleh dari masyarakat, kalah menang di sebuah kompetisi suatu hal lumrah," ujaranya.

"Apa yang sudah dipercayakan masyarakat kepada paslon lainnya kita hargai. Kami hanya berharap bisa lebih baik lagi 5 tahun mendatang siapapun yang memimpin. Apa yang disampaikan mesti selaras dengan sikapnya," tegas Wanedi.

"Di internal, kita hanya merasa kaget melihat fakta hasilnya kendati masih quick count. Tentunya ini menjadi evaluasi atau pembahasan internal," tambahnya.

Meski begitu, Wanedi menegaskan pihaknya masih menunggu penghitungan di KPU Kota Malang. "Sekiranya memang sudah jelas dan gak ada permasalahan serius, tidak perlu melakukan upaya advokasi. Kami ucapkan selamat kepada paslon yang sudah menerima kepercayaan dari masyarakat. Semoga bisa membawa Kota Malang lebih maju lagi," tandasnya.

Terpisah, Arif Wahyudi selaku Ketua Tim Pemenangan paslon Anton-Syamsul juga menyatakan hal serupa. Ia mengaku masih menunggu rekapitulasi resmi dari KPU.  Meski begitu, ia mengaku siap menerima dengan lapang dada apapun hasilnya.

Hanya saja, ia memberikan catatan khusus untuk KPU. Menurutnya, KPU kurang greget dalam menyosialisasikan Pilkada Kota Malang kepada masyarakat. "Hasil sangat penuh ketidakadilan dan sosialisasi kurang masif, partisipasi masyarakat kurang," pungkasnya. (iwa/thu/rd)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...