Selasa, 20 April 2021 04:35

Panglima TNI Resmikan Pesantren Az-Zainy Malang

Sabtu, 06 September 2014 15:11 WIB
Editor: musta'in
Panglima TNI Resmikan Pesantren Az-Zainy Malang
TEKEN - Panglima TNI Jendral TNI Dr Moeldoko menandatangani prasasti peresmian Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental Az-Zainy pimpinan KH Zain Baik di Desa Pandan Ajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat, (5/9/2014) malam. foto : Puspen TNI untuk BangsaOnline

MALANG (BangsaOnline) – Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) dan Rehabilitasi Mental Az-Zainy pimpinan KH Zain Baik di Desa Pandan Ajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat, (5/9/2014) malam.

Dalam peresmian tersebut turut hadir Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sughiarta, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko dan ulama se-Malang Raya (Kota/Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota/Kabupaten Pasuruan) serta sekitar seribu lebih santri dan santriwati Ponpes dan Rehabilitasi Mental Az-Zainy.

Selain peresmian Ponpes Az-Zainy, dilaksanakan juga deklarasi "Pernyataan Sikap dan Penolakan Gerakan ISIS" yang direstui oleh Ulama Se-Malang Raya, dimana Ulama Se-Malang Raya dan seluruh lapisan masyarakat Malang Raya bersedia dan rela berada di barisan terdepan untuk mengamankan dan melindungi NKRI dari seluruh ancaman gerakan yang meresahkan dan menyesatkan.

Para Ulama ini menganggap bahwa paham ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) tidak sesuai dengan Ideologi Pancasila dan Kebhinekaan yang bernaung dalam NKRI, sehingga mereka berkeyakinan dan bertekad sepenuh hati dengan tegas menolak sekaligus melarang aliran ISIS tersebut untuk memasuki dan menyebar di wilayah Malang Raya.

BACA JUGA : 

Napiter WBP Lapas Surabaya Ucapkan Janji Setia kepada NKRI

​Komandan Al Qaida Tewas dalam Baku Tembak melawan Militer AS

​Iran akan Serang AS, Jenderal Iran Qassem Suleimani Dibunuh dengan Drone atas Perintah Trump

​Sore Tadi, Teroris ISIS asal Somalia Ledakkan Mobil, Lalu Tusuk Wajah Warga Melbourne sampai Mati

Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko dalam sambutannya menegaskan, prajurit TNI khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak akan ada maknanya jika tidak mendapat dukungan rakyatnya. Karena itu, terkait ISIS, Panglima TNI juga meminta peran serta aktif masyarakat mengawasi tentang kemungkinan munculnya paham ISIS di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Dr Moeldoko, dari data World Health Organization (WHO), merinci jumlah gangguan jiwa di tiap negara mencapai 30 persen dari total penduduk. Gangguan jiwa berat mencapai tiga persen dari total 30 persen tersebut. "Di Indonesia ada tujuh jutaan yang mengidap penyakit jiwa. Data Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, di Indonesia ada satu juta yang mengalami gangguan jiwa berat," paparnya.

Lebih lanjut, Jenderal TNI Dr. Moeldoko mengakui banyak pengidap gangguan jiwa di tengah masyarakat. Namun sekarang banyak "orang gila" yang lebih membahayakan dari orang gila sebenarnya. "Orang gila" ini bukan membangun nasionalisme untuk bangsanya (Indonesia), namun membangun patriotisme untuk negara lain. Pulang dari negara lain justru memusuhi bangsanya sendiri. "Sekarang di Indonesia banyak orang gila baru. Dia rela mengorbankan dirinya, meledakkan dirinya. Tertawa sehabis meledakkan," cetus Jenderal TNI Moeldoko.

Diakhir sambutannya Panglima TNI berpesan kepada semua peserta yang hadir untuk kembali dan menjalankan ajaran agama masing-masing. "ISIS harus kita lawan dengan SUMUK. Apa itu? "Solidaritas Umat Muslim untuk Kebhinekaan dan Keberagaman," terang Jenderal TNI Dr. Moeldoko yang disambut tepuk tangan santri yang hadir.

Usai kegiatan, Panglima TNI didampingi Gus Zain selaku Pimpinan Ponpes berkesempatan meninjau kemegahan Pesantren Az-Zainy yang terletak pada arsitektur luar dan bangunan ini mengadopsi Taj Mahal dan bangunan Masjid Qiblatain di Palestina.

Selain itu ada beberapa bangunan yang mirip dengan Hotel Sheraton, Ballroom Majapahit, dan hotel di Dubai. Kesemua gedung tersebut dibangun tanpa arsitek khusus.


Sumber: Puspen TNI
Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...