Rabu, 24 Juli 2019 08:24

Angkutan Penyeberangan Alami Over Supply

Minggu, 10 Juni 2018 13:25 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: -
Angkutan Penyeberangan Alami Over Supply
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama Erwin Poedjono.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Di saat angkutan Lebaran mengalami kekurangan jumlah armada, namun tidak bagi angkutan laut penyeberangan. Moda transportasi ini kini mengalami over supply armada.

“Kami kelebihan armada. Para anggota menjerit,” ungkap Ketua DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Khori Soetomo, Minggu (10/6).

Ia mencontohkan, untuk penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ada 56 armada. Itupun kini ditambahi dengan masuknya satu armada dari ASDP yang dipaksakan masuk. Namun kapal tersebut tak sesuai dengan peruntukan dermaga sehingga akhirnya menganggur.

Demikian pula di penyeberangan Merak-Bakauheni saat ini ada 70 unit. “Padahal saat ini tiap kapal hanya beroperasi 12 hari karena ada 5 pasang dermaga. Merak-Bakauheni memang kekurangan dermaga sehingga ada kapal yang nganggur,” jelas Khoiri yang juga menjabat direktur keuangan PT Dharma Lautan Utama (DLU) ini.

Menurutnya, idealnya di Merak-Bakauheni ada 14 pasang dermaga. Belum lagi, kini ada 14 kapal baru yang mendapat izin masuk di penyeberangan tersibuk di Asia tersebut.

Ia mengimbau kepada pemerintah selaku regulator agar seharusnya lebih mendahulukan pembangunan prasarana. Sedangkan masalah sarana serahkan saja kepada operator yang selama ini kelebihan armada.

“Anggota kami harus menanggung biaya operasional. Kapal harus ada nakhoda, mualim, ABK yang harus bekerja meski kapal tidak jalan. Belum lagi tiap tahun harus docking dan memperbarui sertifikasi sesuai tahun kalender,” jelas pria berkumis ini.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama Erwin Poedjono menyatakan, pihaknya siap mengerahkan semua armadanya untuk arus mudik dan balik Lebaran kali ini.

Ia memperkirakan tanggal 12-13 Juni 2018 akan terjadi lonjakan arus mudik. Namun untuk arus mudik dari luar Jawa ke Jawa sudah terjadi seminggu lalu.

“Armada DLU ada sebanyak 40 unit. 15 di antaranya untuk jarak jauh dan 25 armada untuk lintas pendek,” ungkap Erwin.

Dia memperkirakan ada peningkatan kapasitas sekitar 30 persen daripada hari-hari biasa. Salah satunya adanya pengalihan logistik udara ke logistik laut. Menurutnya, ada beberapa barang yang tidak bisa diangkut logistik udara. Sehingga harus dialihkan ke angkutan laut. Hal inilah yang salah satunya menyebabkan peningkatan kapasitas.

“Meski demikian, untuk safety tetap kami utamakan. Kami juga mengimbau kepada pemudik untuk tidak membawa barang bawaan banyak-banyak. Hal ini bertujuan agar pemudik bisa nyaman dan aman bepergian. (rd)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...