Jenazah korban sebelum dievakuasi.
"Kami beserta anggota lainnya langsung terjun ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP, di tubuh korban tidak ditemukan luka maupun bekas tanda penganiayaan. Korban dilarikan ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong untuk dilakukan visum sambil menunggu pihak keluarganya," terangnya
Diungkapkan Sulasno, memang awal temuan mayat itu tidak diketahui identitasnya. Namun anak korban, Suyanto (39) tiba di lokasi dan mengenalinya bahwa yang tergeletak itu adalah bapaknya.
Pihak keluarga tidak menginginkan jasad korban dilakukan visum dan menerima atas kejadian tersebut. Sehingga, jenazahnya langsung dibawa pulang,oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Diduga korban ini terjatuh ketika mengayuh sepeda pancal melintas di jalan raya menuju Porong. Dikarenakan kondisi jalan setelah jembatan kali porong menurun, diduga korban oleng ke sisi kiri medan jalan, sehingga terjatuh dan terjun dari jalan raya sedalam 3 meter.
"Menurut keterangan Suyanto pada kami, bapaknya pergi dari rumah pada hari Senin 28 Mei 2018 WIB pukul 17.00 WIB. Korban berpamitan membeli obat di apotek porong untuk istrinya Sampurni yang sedang sakit dengan mengayuh sepeda pancal. Sejak itupulah, orang tuanya tidak kembali ke rumah," jelas Sulasno.
"Saya bersama ketiga saudara sudah mencari ke mana-mana tetapi tidak ditemukan.Dan ditemukan setelah mendapatkan kabar adanya temuan sesosok mayat," ujar Suyanto. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




