Selasa, 21 Agustus 2018 17:21

Ribuan Botol Miras dan Belasan Narkoba Dimusnahkan

Rabu, 16 Mei 2018 20:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Ribuan Botol Miras dan Belasan Narkoba Dimusnahkan
Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Heryadi bersama Pjs Wali Kota Jumadi saat menaiki alat berat melakukan pemusnahan miras berbagai merk. foto: ARIF K/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Jelang memasuki bulan Ramadhan, Polres Kediri Kota melakukan pemusnahan barang bukti kejahatan berupa minuman keras (miras) dan narkoba hasil dari Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD), Rabu (16/5).

Operasi yang telah dilaksanakan terhitung sejak tanggal 1 April - 15 Mei 2018 berhasil mengungkap 7 kasus narkoba dengan barang bukti sabu-sabu sejumlah 2,28 gram dan pil Double L sebanyak 14.500 butir.

Sedangkan untuk kasus minuman keras (miras), operasi tersebut mengungkap kasus miras ilegal dan oplosan dengan barang bukti 3.340 botol miras dan 39 jerigen/3.285 liter dengan rincian 1.591 liter Arak Jawa, 531 liter Oplosan, 17,2 liter Bir Balihay, 105 liter Vodka, 719,4 liter kunthul, 73,8 liter Bir Bintang, 121,6 liter Anggur Merah, 42,8 liter Guinness, 3,55 liter Wiskhi dan 79,8 liter untuk jenis lainnya.

Pjs Wali Kota Kediri Jumadi yakin operasi yang dilakukan di wilayah tugas Polres Kediri Kota ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Baginya, yang terpenting adalah langkah preventif.

"Kita punya banyak anak-anak di SMP, SMA, SMK yang akan menjadi penerus kita. Tugas kita adalah menanamkan keilmuan yang baik kepada mereka agar tidak terjerumus ke dalam jalan yang salah," ujarnya.

"Disampaikan juga imbauan kepada para tokoh agama untuk terus memberikan pemahaman kepada umat agar menghindari narkoba dan miras. Selain itu, peran aktif masyarakat dalam membantu aparat dengan mengaktifkan kembali fungsi pemerintahan terkecil yaitu RT RW untuk mengamati kegiatan warga yang dinilai mencurigakan serta memberikan informasi kepada aparat pemerintah maupun kepolisian saat diduga terjadi kasus miras, narkoba, dan terorisme yang belakangan ini marak diberitakan".

Dalam kesempatan itu juga, Pjs Wali Kota bersama Forkopimda Kota Kediri mendorong pengesahan Undang-Undang tentang Terorisme agar dapat segera dilaksanakan pengamanan di Kota Kediri.

Usai rangkaian acara tersebut, Forkopimda Kota Kediri beserta seluruh undangan yang hadir membubuhkan tanda tangannya ke dalam Deklarasi Lawan Terorisme sebagai sikap untuk melawan segala bentuk terorisme dan secara tegas menyatakan tidak takut pada terorisme. (rif/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...