Rabu, 17 Oktober 2018 04:51

2018, Barata Indonesia Targetkan Kontrak Rp 5 Triliun

Rabu, 16 Mei 2018 20:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
2018, Barata Indonesia Targetkan Kontrak Rp 5 Triliun
Dirut PT Barata Indonesia Silmy Karim (kanan) memberikan keterangan kick off meeting penerapan sistem ERP. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Barata Indonesia (Persero) yang berkantor di Jalan Veteran Kebomas, Kabupaten Gresik menargetkan nilai kontrak Rp 5 tiliun pada tahun 2018 ini. Hingga Triwulan I, mereka sudah mencatat sekitar Rp 615 miliar kontrak baru.

Penegasan ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Barata Indonesia Silmy Karim usai penandatanganan kick off meeting penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) di kantor PT Barata Indonesia, Rabu (16/5/2018).

Menurut dia, capaian kontrak tahun 2017 itu hampir empat kali lipat atau 355 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sekadar informasi, tahun lalu PT Barata Indonesia membukukan nilai kontrak Rp 3,28 triliun. Sedangkan capaian penjualan di tahun 2017 sebesar Rp 1,19 triliun (69,7 persen), dan laba usaha Rp 79,5 miliar (61,1 persen).

Untuk target penjualan tahun 2018 yang ditetapkan Kementerian BUMN sebesar Rp 1,5 triliun. "Tapi target penjualan dari internal lebih tinggi, yaitu Rp 2,4 triliun. Kami optimistis tahun ini penjualan kami bisa tembus lebih dari Rp 2 triliun. Salah satu upayanya membidik sektor energi," papar Silmy Karim.

"PT Barata Indonesia tidak bisa menghindari itu. Saat ini, perusahaan yang sama dari India dan China sudah masuk ke Indonesia. Karena itu, diperlukan kerjasama antara PT Barata Indonesia dengan perusahaan luar negeri yang kompeten," terangnya.

"Misalnya dengan Siemens AG. Kerjasama itu untuk beberapa pekerjaan power plant. Manfaatnya, ada transfer teknologi, transfer knowladge, dan jaminan kualitas produk," sambungnya.

Dikatakan dia, peningkatan kinerja ini membuat kebutuhan tenaga kerja di PT Barata Indonesia juga terus meningkat. Semenjak ia masuk di PT Barata Indonesia, jumlah tenaga kerja bertama dari 900 orang menjadi 1.600 orang.

Sementara itu, untuk tumbuh berkelanjutan, PT Barata Indonesia membutuhkan support di internal perusahaan, salah satu dukungan itu berupa penerapan sistem ERP. Tapi pelaksanaannya dimulai awal tahun depan.

"Ini world class system. Perusahaan besar di Indonesia sudah menggunakan ini. Menariknya, sistem ini real time, akurat, dan tidak bisa diakali. Sehingga mempermudah top management untuk mengambil keputusan dengan cepat," jlentrehnya.

Sistem ERP ini tambah dia, akan bisa meningkatkan efesiensi perusahaan hingga 20 persen. Dari sisi waktu, bisa lebih cepat 10 sampai 15 persen dari jadwal sekarang. "Investasi untuk tahap awal ini mencapai Rp 9 miliar," pungkasnya. (hud/rev)

Suparto Wijoyo
Kamis, 11 Oktober 2018 13:39 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DUKA menggumpalkan kisah sekaligus narasi cerita yang bersambung membalutkan tragedi lingkungan dan kemanusiaan yang tiada terperikan. Beribu-ribu orang yang menjadi korban gempa di Palu maupun Donggala menyayatkan perihnya l...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...