Rabu, 16 Januari 2019 18:16

Pengembangan Wisata di Pangkahwetan Butuh Campur Tangan Pemerintah

Minggu, 29 April 2018 02:45 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Pengembangan Wisata di Pangkahwetan Butuh Campur Tangan Pemerintah
Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib didampingi Kades Pangkahwetan Syaifullah Mahdi saat melihat wisata agro di lahan seluas 3 hektar. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sejumlah obyek wisata yang ada di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik menyita perhatian penggagas program Desa Mandiri (DM), Nur Qolib.

Bersama para pengurus DM, Nur Qolib yang juga Wakil Ketua DPRD Gresik meninjau  langsung langsung keberadaan sejumlah obyek wisata yang dimiliki Desa Pangkahwetan karena selama ini wisata-wisata tersebut belum mendapatkan sentuhan Pemkab, terlebih Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Padahal banyak obyek wisata di Pangkahwetan yang sudah menyedot kunjungan ribuan wisatawan baik domestik maupun luar negeri (LN). Misalnya wisata agro (petik buah), Muara Bengawan Solo (MBS), suaka burung, mancing mania, mangrove, dan sejumlah objek wisata lain. 

Banyaknya potensi wisata yang dimiliki Desa Pangkahwetan sampai membuat Nur Qolib terperangah. "Luar biasa obyek wisata yang dimiliki oleh Desa Pangkahwetan. Pemerintah wajib hadir untuk mengembangkan Desa Wisata di Pangkahwetan," ujar Nur Qolib kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (28/4/2018).

"Sangat potensi untuk mendongkrak pendapatan. Khususnya untuk menopang pendapatan Desa Pangkahwetan sehingga menjadi desa mandiri," papar politikus PPP ini.

Pria asal Menganti ini menyatakan bahwa program pengelolaan dan pengembangan pariwisata memang menjadi program prioritas di tahun 2019.

Karena itu, pihaknya berjanji akan mem-back up desa-desa yang memang memiliki potensi seperti Pangkahwetan agar diprioritaskan untuk dikembangkan sebagai desa mandiri.

"Untuk itu, pemerintah wajib hadir untuk ikut andil dalam mengembangkan objek wisata di Pangkahwetan. Baik hadir dalam sisi penganggaran, mulai menyiapkan infrastruktur jalan yang layak, sarana kesehatan, tempat rest area dan sarana penunjang lain," paparnya.

Sementara Kades Pangkahwetan Syaifullah Mahdi mengaku pihaknya sudah berkali-kali berupaya agar Pemkab Gresik, khususnya Disbudpar membantu pengembangan obyek wisata di Desa Pangkahwetan.

"Namun hasilnya hingga sekarang masih nol. Bahkan, OPD terkait kurang serius memberikan support. Buktinya ketika kita undang dan kita mintai bantuan untuk pengembangan obyek wisata tak ada respon positif," ungkap pria yang akrab disapa Sandi ini.

Padahal, menurut Sandi, obyek wisata di desanya mendapatkan animo besar dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara. "Baru-baru ini kami kedatangan kunjungan wisata dari Malaysia, mereka sangat tertarik dengan keindahan wisata di Pangkahwetan," paparnya.

Dipaparkan Sandi, wisatawan yang berkunjung ke Desa Pangkahwetan mencapai ratusan hingga ribuan setiap bulannya. "Banyak masyarakat dari sejumlah daerah yang ingin datang ke Pangkahwetan untuk melihat keindahan MBS. Namun, karena keterbatasan sarana dan prasarana seperti perahu, maka belum bisa dilayani. Dalam waktu dekat ini juga ada kunjungan rombongan dari SKK Migas dan sejumlah perguruan tinggi," terangnya.

"Saat ini dengan dana yang dimiliki seadanya, kami akan mengembangkan obyek wisata dengan melengkapi sarana pendukung outbond, seperti flying fox, jogging track di rest area seluas 4 hektar. Kami juga akan manfaatkan pulau gili (tengah muara) untul festival layang-layang untuk menarik wisatan," jelasnya.

"Kami juga tengah mengembangkan objek wisata suaka burung dan petik buah di lahan seluas 3 hektar lebih. Ada ribuan berbagai macam burung di sana," sambungnya.

"Khusus wisata petik buah, di sana ada jeruk, rambutan, nanas, kelengkeng, mangga, nangka, dan buah-buahan lain. Kita kerjasamakan dengan para petani. Di obyek ini akan disiapkan gazebo, lahan parkir, kuliner, areal parkir dan sarana pendukung lain untuk memanjakan wisatawan. Untuk pengelolaannya kami libatkan Karang Taruna dan warga sekitar. Sehingga, keberadannya bisa menumbuhkan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan," pungkasnya. (hud/rev)

Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Rabu, 16 Januari 2019 09:58 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*17 JANUARI 2019 diagendakan pagelaran akbar berdemokrasi yang konon dinanti banyak orang. Konon saja mengingat situasinya sudah dipahami oleh khalayak mengenai materi yang diperbincangkan, bukan yang diperdebatkan. Inilah pe...
Minggu, 13 Januari 2019 15:55 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 18-19man kaana yuriidu al’aajilata ‘ajjalnaa lahu fiihaa maa nasyaau liman nuriidu tsumma ja’alnaa lahu jahannama yashlaahaa madzmuuman madhuuraan (18).Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (d...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...