Selasa, 18 Juni 2019 04:39

Pengembangan Wisata di Pangkahwetan Butuh Campur Tangan Pemerintah

Minggu, 29 April 2018 02:45 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Pengembangan Wisata di Pangkahwetan Butuh Campur Tangan Pemerintah
Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib didampingi Kades Pangkahwetan Syaifullah Mahdi saat melihat wisata agro di lahan seluas 3 hektar. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sejumlah obyek wisata yang ada di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik menyita perhatian penggagas program Desa Mandiri (DM), Nur Qolib.

Bersama para pengurus DM, Nur Qolib yang juga Wakil Ketua DPRD Gresik meninjau  langsung langsung keberadaan sejumlah obyek wisata yang dimiliki Desa Pangkahwetan karena selama ini wisata-wisata tersebut belum mendapatkan sentuhan Pemkab, terlebih Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Padahal banyak obyek wisata di Pangkahwetan yang sudah menyedot kunjungan ribuan wisatawan baik domestik maupun luar negeri (LN). Misalnya wisata agro (petik buah), Muara Bengawan Solo (MBS), suaka burung, mancing mania, mangrove, dan sejumlah objek wisata lain. 

Banyaknya potensi wisata yang dimiliki Desa Pangkahwetan sampai membuat Nur Qolib terperangah. "Luar biasa obyek wisata yang dimiliki oleh Desa Pangkahwetan. Pemerintah wajib hadir untuk mengembangkan Desa Wisata di Pangkahwetan," ujar Nur Qolib kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (28/4/2018).

"Sangat potensi untuk mendongkrak pendapatan. Khususnya untuk menopang pendapatan Desa Pangkahwetan sehingga menjadi desa mandiri," papar politikus PPP ini.

Pria asal Menganti ini menyatakan bahwa program pengelolaan dan pengembangan pariwisata memang menjadi program prioritas di tahun 2019.

Karena itu, pihaknya berjanji akan mem-back up desa-desa yang memang memiliki potensi seperti Pangkahwetan agar diprioritaskan untuk dikembangkan sebagai desa mandiri.

"Untuk itu, pemerintah wajib hadir untuk ikut andil dalam mengembangkan objek wisata di Pangkahwetan. Baik hadir dalam sisi penganggaran, mulai menyiapkan infrastruktur jalan yang layak, sarana kesehatan, tempat rest area dan sarana penunjang lain," paparnya.

Sementara Kades Pangkahwetan Syaifullah Mahdi mengaku pihaknya sudah berkali-kali berupaya agar Pemkab Gresik, khususnya Disbudpar membantu pengembangan obyek wisata di Desa Pangkahwetan.

"Namun hasilnya hingga sekarang masih nol. Bahkan, OPD terkait kurang serius memberikan support. Buktinya ketika kita undang dan kita mintai bantuan untuk pengembangan obyek wisata tak ada respon positif," ungkap pria yang akrab disapa Sandi ini.

Padahal, menurut Sandi, obyek wisata di desanya mendapatkan animo besar dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara. "Baru-baru ini kami kedatangan kunjungan wisata dari Malaysia, mereka sangat tertarik dengan keindahan wisata di Pangkahwetan," paparnya.

Dipaparkan Sandi, wisatawan yang berkunjung ke Desa Pangkahwetan mencapai ratusan hingga ribuan setiap bulannya. "Banyak masyarakat dari sejumlah daerah yang ingin datang ke Pangkahwetan untuk melihat keindahan MBS. Namun, karena keterbatasan sarana dan prasarana seperti perahu, maka belum bisa dilayani. Dalam waktu dekat ini juga ada kunjungan rombongan dari SKK Migas dan sejumlah perguruan tinggi," terangnya.

"Saat ini dengan dana yang dimiliki seadanya, kami akan mengembangkan obyek wisata dengan melengkapi sarana pendukung outbond, seperti flying fox, jogging track di rest area seluas 4 hektar. Kami juga akan manfaatkan pulau gili (tengah muara) untul festival layang-layang untuk menarik wisatan," jelasnya.

"Kami juga tengah mengembangkan objek wisata suaka burung dan petik buah di lahan seluas 3 hektar lebih. Ada ribuan berbagai macam burung di sana," sambungnya.

"Khusus wisata petik buah, di sana ada jeruk, rambutan, nanas, kelengkeng, mangga, nangka, dan buah-buahan lain. Kita kerjasamakan dengan para petani. Di obyek ini akan disiapkan gazebo, lahan parkir, kuliner, areal parkir dan sarana pendukung lain untuk memanjakan wisatawan. Untuk pengelolaannya kami libatkan Karang Taruna dan warga sekitar. Sehingga, keberadannya bisa menumbuhkan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan," pungkasnya. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...