Gubernur Jatim Pakde Karwo foto bersama dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Mahcfud Arifin, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman dan seluruh Danrem, Kapolres dan Dandim se Jawa Timur.? Foto: ANATASIA N/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo mengapresiasi komitmen yang diberikan oleh tiga pilar plus untuk mengelola pelaksanaan pilkada serentak dengan damai. Komitmen ini sangat diperlukan karena Pilkada bukan sekedar pesta demokrasi, tapi ajang aktualisasi suasana kekerabatan, kerukunan dan kekeluargaan.
“Saat ini bukan hanya tiga pilarnya tapi komitmen antara babinsa, bhabinkamtibmas, dan kades/lurah ikut terlibat dalam proses pilkada, yang harus diseriusi dan didukung,” terang Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim usai memimpin Apel Sinergitas 3 Pilar Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2018 Wilayah Jatim, di Mapolda Jatim, Jl. A. Yani 116, Surabaya, Jumat (20/4).
BACA JUGA:
- Wisatawan Jatim Naik 31 Persen, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Tetap Ketat Pasca Operasi Ketupat
- Safari Ramadhan di Mapolda Jatim, Kapolri Jamin Stok BBM Subsidi Aman Jelang Idulfitri
- Panen Jagung di Banyuwangi, Gubernur Khofifah Tegaskan Sinergi Jaga Ketahanan Pangan
- Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Jatim Anugerahkan Satyalancana
Pakde Karwo menjelaskan, Jatim adalah barometer nasional dalam pengamanan pilkada 2018. Oleh sebab itu, keberadaan tiga pilar plus sebagai mata dan telinga paling bawah harus bisa mewujudkan kenyamanan dan kedamaian. Selain itu, segala potensi konflik yang mungkin timbul jelang maupun saat pelaksanaan Pilkada cukup diselesaikan di tingkat kelurahan/desa, atau maksimal satu tingkat diatasnya, tidak perlu sampai kabupaten/kota.
“KPU dan Bawaslu juga terbantu oleh tiga pilar plus bahkan percaya diri bahwa pilkada Jatim akan berjalan lancar dan damai,” imbuhnya.
Ditambahkan, sinergitas tiga pilar plus ini merupakan yang pertama di Indonesia dimana nilai-nilai yang tumbuh di desa dikelola menjadi kerja bersama. Disamping itu, model seperti ini menunjukkan bahwa pilkada 2018 merupakan palagan perdamaian bukan palagan konflik. Apalagi, Jatim tidak mengenal budaya konflik tapi budaya musyawarah mufakat yang dikedepankan.
“Kami yakin babinsa, bhabinkamtibmas, dan kades/lurah mampu melaksanakan sungguh-sungguh. Namun bantuan camat,kapolsek dan koramil juga diperlukan guna mendukung kebijakan polda dan TNI,” urainya.
Pakde Karwo berpesan, untuk selalu meningkatkan kekompakan dan sinergitas tiga pilar plus di daerah masing-masing, dan menjalin koordinasi dan komunikasi yang intens secara berkala. Pendeteksian dan pencegahan dini terhadap permasalahan yang mungkin timbul juga tidak boleh lengah, sehingga suasana kondusif, aman dan nyaman bisa selalu terjaga.
“Apel ini bukanlah tujuan, namun sebagai bentuk pengelolaan terhadap kondisi yang sudah bagus dan damai di desa/keluarahan,” pungkasnya.






