Rabu, 19 Juni 2019 12:52

Meski Tak Lagi Ngetren, Mahasiswa PGSD UM Tetap Jalankan Usaha Lukis Pasir

Jumat, 20 April 2018 22:28 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
Meski Tak Lagi Ngetren, Mahasiswa PGSD UM Tetap Jalankan Usaha Lukis Pasir
Indah... foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Haryo Anggit (20) mahasiswa jurusan PGSD UM (Universitas Negeri Malang) ini menunjukkan kreativitasnya lewat lukisan dari pasir pantai dan bangunan. Meski tren sudah berubah, Haryo mengungkapkan tak takut lawan arus dan harus lebih inovatif.

Berawal dari kegemaran melukis sejak SMA, usaha lukis pasir milik Haryo kini mulai banyak diminati. Sudah lebih dari 2 tahun berjalan, Haryo mengaku jika seni lukis pasir merupakan suatu hal yang unik dengan bahan yang mudah di dapat tanpa takut kekurangan stok.

“Iya soalnya buat tren yang beda kak, terus menurutku lukisan dari pasir itu unik, juga bahannya mudah didapat dan stoknya tidak akan habis,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai peluang bisnis di bidang usahanya, Haryo menegaskan bahwa ia tidak takut untuk melawan arus. Meski lukis pasir sudah tidak menjadi tren saat ini, ia tetap melanjutkan usahanya. Tak hanya menerjang arus membabi buta, ia menuturkan bahwa akan terus berinovasi dan berkreasi sehingga usahanya tidak tenggelam begitu saja.

“Bagi saya, malah kita harus berani melawan arus. Harus berani berbeda, meski begitu juga harus dengan pertimbangan. Misalnya saya juga selalu memperbaiki kualitas produk dan selalu memberi inovasi lebih,” ujarnya.

Mahasiswa jurusan PGSD UM itu menjelaskan, ia mampu membuat sekitar 6 buah lukisan setiap bulan dengan harga 100 ribu per buah, dan hal tersebut sudah disesuaikan dengan permintaan pemesan sebelumnya. Haryo mengambil keuntungan hingga 75% dari setiap lukisan yang dibuat. “Kebanyakan normalnya minta ukuran 12R itu harganya 100,” ungkap Haryo.

Haryo sendiri mengaku jika pembuatan lukisan mampu memakan waktu sekitar 3 hari, dan pasir yang Ia pakai merupakan pasir pantai dan pasir bangunan yang dibeli dari para pengepul. “Pasir yang putih itu dapat dari pantai kak. Kemudian pasir yang hitam itu pasir bangunan tapi pasir pilihan, jadi kualitas pasirnya memang hitam warnanya,” jelas Haryo.

Untuk bahan dasar pembuatan lukis pasir, Haryo menyiapkan bahan seperti lem, kuas, saringan, pigora, pensil, dan beberapa bahan lainnya. Pertama Haryo mengaduk lem dulu dengan ditambahkan air hingga rata. Kemudian membuat sketsa foto sesuai pesanan pada triplek pigora menggunakan pensil.

Lalu ia mulai menguas bagian sketsa yang dibuat tadi dengan lem lalu taburkan pasir dengan menggunakan saringan. Tunggu beberapa menit hingga kering. Berikan lem cair untuk mempererat lem dan tunggu hingga kering, dan Haryo memberikan lem hingga berulang kali agar lukisan tahan lama.

Haryo menyadari jika kelemahan yang dimilikinya saat ini adalah kurangnya pemasaran lukis pasir miliknya. Haryo masih mengandalkan teman-teman dan media online sebagai alat pasar, dan Ia berharap jika suatu saat bisnis lukis pasirnya dapat berkembang lebih besar lagi.

“Ini masih tahap merintis, Insyaallah nanti diseriusin sedikit demi sedikit. Yang menjadi kekurangan saya jadikan PR untuk kelanjutanya jadi akan terus berkembang. Kalau kerja sama pasti sasarannya biar bisa memperlebar usaha. Dan tidak menutup kemungkinan saya akan membuka produk baru atau yg lainya,” jelasnya.

Untuk pemesanan sendiri, Haryo membuka media sosial untuk lukis pasirnya supaya pemesanan akan lebih mudah dan dapat langsung menghubungi Haryo. (*)

Sumber: *Retno A. W
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...