Selasa, 23 April 2019 07:51

Ajak 'Diet' Kantong Plastik, ISC Bagi-bagi Tas Kain dari Kompos ke Pengunjung CFD

Senin, 16 April 2018 02:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Ajak
Pjs. Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat menyaksikan aktivis ISC Jatim memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahayanya sampah plastik, Minggu (15/04).

MALANG, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 800 tas belanja yang terbuat dari kain kompos dibagi-bagikan ke pengunjung Car Free Day (CFD) di Jl Ijen, Malang, Minggu (15/4). Kegiatan bagi-bagi tas kain ini diprakarsai oleh Indonesian Smilling Club (ISC) Jatim bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Kegiatan ini digelar dalam rangka bakti sosial lingkungan bertema "Ayo Diet Kantong Plastik (kresek)". Pengunjung CFD diajak untuk mengurangi penggunaan kantong plastik (kresek) guna menyelamatkan lingkungan.

Kepala DLH Kota Malang Agus Edy P mengatakan ada sebanyak 150 personil gabungan yang dikerahkan, mulai dari personel DLH, pasukan kuning, kader lingkungan, kader F3R, dan tentunya aktivis lingkungan ISC. 

"Mereka disebar ke 5 titik lokasi seperti Jl. Wilis, Jl. Retawu, Jl. Pahlawan Trip, Jl. Semeru, Jl. Simp. Balapan," tuturnya.

"Pelaksanaan diet kantong plastik ini dikuatkan surat edaran Wali Kota Malang kepada OPD, ritel, dan masyarakat. Tujuannya agar kantong plastik diganti kantong kain, baik saat acara rapat maupun sewaktu belanja di ritel," imbuhnya.

Menurut Pjs. Wali Kota Malang Wahid Wahyudi, ada 3 poin penting di Kota Malang yang perlu penanganan serius, yakni kemacetan, sampah, dan banjir. Sementara sampah plastik sendiri memiliki andil penyebab banjir.

"Karena sampah plastik butuh waktu 100 atau 200 tahun, untuk menghancurkannya. Selain sulit dihancurkan, sampah plastik juga memberikan dampak negatif kepada lingkungan, merusak tatanan kehidupan biota laut jika dibuang ke laut, dan jika dibakar baunya lebih 20 kali lipat dari bau sampah biasa," kata Wahid.

Wahid mengungkapkan jika sampah di TPA Supiturang per harinya mencapai 630 ton. Dari jumlah tersebut, 30 persennya (190 ton) bisa diolah, sedangkan 70 persennya sampah tidak bermanfaat.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Malang bekerjasama dengan negara Jerman dengan melebarkan TPA menjadi 15 hektare.  "TPA seluas itu akan mampu menampung 500 ton per harinya," kata Wahid.

"Kami dari aktivis lingkungan mobilisasi ke seluruh Jatim. Membantu pemerintah menekan peredaran kantong plastik lewat sosialisasi akan bahayanya sampah kantong plastik. Oleh sebab itu, pemerintah mesti segera membentuk regulasi dan membuat payung hukumnya," timpal Irene Suzana, Ketua ISC Jatim. (iwa/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...