Minggu, 25 Agustus 2019 00:11

Ajak 'Diet' Kantong Plastik, ISC Bagi-bagi Tas Kain dari Kompos ke Pengunjung CFD

Senin, 16 April 2018 02:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Ajak
Pjs. Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat menyaksikan aktivis ISC Jatim memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahayanya sampah plastik, Minggu (15/04).

MALANG, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 800 tas belanja yang terbuat dari kain kompos dibagi-bagikan ke pengunjung Car Free Day (CFD) di Jl Ijen, Malang, Minggu (15/4). Kegiatan bagi-bagi tas kain ini diprakarsai oleh Indonesian Smilling Club (ISC) Jatim bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Kegiatan ini digelar dalam rangka bakti sosial lingkungan bertema "Ayo Diet Kantong Plastik (kresek)". Pengunjung CFD diajak untuk mengurangi penggunaan kantong plastik (kresek) guna menyelamatkan lingkungan.

Kepala DLH Kota Malang Agus Edy P mengatakan ada sebanyak 150 personil gabungan yang dikerahkan, mulai dari personel DLH, pasukan kuning, kader lingkungan, kader F3R, dan tentunya aktivis lingkungan ISC. 

"Mereka disebar ke 5 titik lokasi seperti Jl. Wilis, Jl. Retawu, Jl. Pahlawan Trip, Jl. Semeru, Jl. Simp. Balapan," tuturnya.

"Pelaksanaan diet kantong plastik ini dikuatkan surat edaran Wali Kota Malang kepada OPD, ritel, dan masyarakat. Tujuannya agar kantong plastik diganti kantong kain, baik saat acara rapat maupun sewaktu belanja di ritel," imbuhnya.

Menurut Pjs. Wali Kota Malang Wahid Wahyudi, ada 3 poin penting di Kota Malang yang perlu penanganan serius, yakni kemacetan, sampah, dan banjir. Sementara sampah plastik sendiri memiliki andil penyebab banjir.

"Karena sampah plastik butuh waktu 100 atau 200 tahun, untuk menghancurkannya. Selain sulit dihancurkan, sampah plastik juga memberikan dampak negatif kepada lingkungan, merusak tatanan kehidupan biota laut jika dibuang ke laut, dan jika dibakar baunya lebih 20 kali lipat dari bau sampah biasa," kata Wahid.

Wahid mengungkapkan jika sampah di TPA Supiturang per harinya mencapai 630 ton. Dari jumlah tersebut, 30 persennya (190 ton) bisa diolah, sedangkan 70 persennya sampah tidak bermanfaat.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Malang bekerjasama dengan negara Jerman dengan melebarkan TPA menjadi 15 hektare.  "TPA seluas itu akan mampu menampung 500 ton per harinya," kata Wahid.

"Kami dari aktivis lingkungan mobilisasi ke seluruh Jatim. Membantu pemerintah menekan peredaran kantong plastik lewat sosialisasi akan bahayanya sampah kantong plastik. Oleh sebab itu, pemerintah mesti segera membentuk regulasi dan membuat payung hukumnya," timpal Irene Suzana, Ketua ISC Jatim. (iwa/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...