Bocah SD itu dengan gugup menerima potongan tumpeng itu. Namun kepada temannya, ia berucap siap menyantap habis nasinya. "Pasti saya habiskan nasinya," celetuk Fani yang mengenakan kopiah hitam berukuran tinggi itu.
Selanjutnya, Guru Salamah bersama Jamilah, guru lainnya dengan telaten ikut membagikan nasi bancakan dengan aneka lauknya itu kepada teman-teman Fani yang duduk lesehan di atas tikar ruang redaksi HARIAN BANGSA.
Sebelum acara selesai, Salamah mewakili lembaga pendidikan Taquma menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak yatim Taquma dalam acara doa bersama dalam rangka ultah ke-18 HARIAN BANGSA.
"Semoga tercapai apa yang menjadi harapan para pengelola Harian BANGSA," ujar Salamah dengan suara rendah. Dijelaskan, anak-anak yatim yang dibawanya itu adalah murid-murid SD TAQUMA Jemur Wonosari. Ada dari kelas 1 hingga kelas 5.
Sebelum pulang, anak-anak yatim Taquma itu diberikan tali asih berupa satu tas berisi macam-macam kue kering Kokola. Selain itu diberikan uang transport kepada masing-masing anak yatim. Sambil menenteng tas tali asih anak-anak itu berpamitan pulang sambil membaca shalawat. Tampak wajah-wajah ceria itu menjabat tangan kru Harian BANGSA. (dur/ian)

(Aksi peduli karyawan HARIAN BANGSA dengan membagi-bagikan nasi kotak kepada para duafa di sekitar kantor)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




