Banjir yang menggenangi kawasan Kedungringin dan Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan itu ketinggiannya sampai di atas lutut orang dewasa.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Luapan banjir saat musim hujan hingga manggenangi rumah sudah tidak asing lagi bagi warga Desa Kedungringin dan Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Pada saat hujan lebat, ketinggian air bisa mencapai 30 cm sampai 50 cm memenuhi halaman rumah permukiman warga.
Saat dikonfirmasi Bangsaonline.com, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Djati Permana menuturkan, banjir terjadi disebabkan daya tampung Sungai Wrati tak sebanding dengan debit air hujan.
BACA JUGA:
- Aktivis Soroti Banjir Pasuruan, Desak Gubernur Jatim Keluarkan Moratorium Izin Tambang
- Dikunjungi Kepala BNPB, Wabup Pasuruan Sampaikan Kondisi Banjir, 150 Hektare Terancam Gagal Panen
- Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Minta Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
- Banjir Terbesar Rendam Beji Pasuruan, BPBD Jatim Turun Tinjau Lokasi
"Akibatnya luberan air sungai itupun menggenangi permukiman warga. Genangan tersebut, mencapai lebih dari 50 cm. Kalau hujan redah dalam beberapa jam maka air akan cenderung menyusut,” terang Bakti, Rabu (21/2).
Ia menambahkan, genangan tersebut tak hanya menggenangi permukiman warga. Karena, akses jalan setempat juga tersendat. Karena, air juga meluberi jalan antar desa.
Hanya saja, kata Bakti, pengendara masih bisa melalui jalur setempat. “Tidak semua kendaraan bisa melintas. Kalo jenis panther masih bisa. Dan untuk roda dua, juga masih bisa. Khususnya untuk jalur Desa Kedungiring-Kedungboto,” imbuhnya.
Banjir tersebut, dipengaruhi pula faktor geografis. Karena, Kedungringin dan Kedungboto, berada di bawah sungai Wrati.
“Kedungringin dan Kedungboto, juga satu hamparan dengan Desa Kalisogo, Kupang, Kedungrejo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Tiga desa itu rawan tergenang air hujan,” sambungnya. (hab/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




