Rabu, 22 Agustus 2018 14:01

Kunjungi Osing, Puti Soekarno: Saya Ingin Jawa Timur Hidup dengan Budayanya

Sabtu, 27 Januari 2018 20:40 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: -
Kunjungi Osing, Puti Soekarno: Saya Ingin Jawa Timur Hidup dengan Budayanya
Puti saat asyik menari Gandrung dengan salah satu penari, Sabtu (27/1). Foto: IST

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Puti Guntur Soekarno disambut meriah di kampung adat suku Osing, di Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi. Calon Wakil Gubernur Jawa Timur itu bahkan tertarik ikut menari Gandrung.

“Selamat datang Mbak Puti di kampung kami. Kami senang dikunjungi. Semoga selalu ingat dengan kami,” kata tetua kampung menyambut, Sabtu (27/1) siang. 

Banyuwangi memang memelihara kampung adat Osing. Pemerintah Daerah setempat membantu anggaran pada warga yang mempertahankan model rumah adat. 

“Nanti kalau Gus Ipul dan Mbak Puti terpilih, saya harap ada dukungan anggaran Pemprov Jatim untuk pelestarian budaya,” kata Made Cahyana, Ketua DPRD Banyuwangi, yang mengiringi Puti.

Saat tiba, cucu Bung Karno itu disambut ramah. Gamelan khas Banyuwangi pun ditabuh meriah. Mereka juga dijamu dengan makanan khas kampung adat, yang disajikan berjejer di atas tikar, di tengah jalan. 

Pasangan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu juga berkesempatan untuk melihat kehidupan di kampung Osing. Beberapa peralatan tradisional tersedia di tempat itu, seperti lesung alat penumbuk padi, untuk menyambut tamu.

Beberapa penari cantik ke luar dan memainkan tarian Gandrung, diiringi irama gamelan dan lagu ‘Umbul-Umbul Blambangan’. 

Puti pun tak tahan. Ia ikut nimbrung menari. Berbaur dengan penari, Puti menggerak-gerakkan tangan dengan selendang. Kelihatan luwes. Tepuk tangan pun meriah.

"Kita harus bangga dengan kepribadian kita, Bangsa Indonesia. Sebagai angkatan muda, saya tidak ingin meninggalkan adat tradisi dan kebudayaan kita sendiri. Dalam kebudayaan bangsa Indonesia itu, Bung Karno menggali dasar negara kita, Pancasila,” kata Puti.

Lebih lanjut Puti menyampaikan, semua punya tugas untuk melestarikan budaya, yang menjadi bagian jiwa Indonesia.

“Seperti tertulis dalam lagu nasional kita ‘Indonesia Raya’: bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Saya ingin masyarakat Jawa Timur hidup bahagia dengan budayanya,” kata Puti.

Puti mengutip ajaran Trisakti, yang diwariskan Bung Karno, kakeknya. “Yakni, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan,” pungkasnya. (*/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...