Jumat, 21 Februari 2020 03:50

Haji Lebih dari Enam Hari, Mengapa?

Jumat, 15 Agustus 2014 21:55 WIB
Editor: rosihan c anwar
Haji Lebih dari Enam Hari, Mengapa?

>>>>>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<<<<<


Pertanyaan:

QS. Al-Baqarah: 197 menyatakan bahwa ‘haji dilakukan pada beberapa bulan yang diketahui. Dalam praktik Nabi melakukan haji hanya enam hari. Tolong Kyai jelaskan mengapa praktik haji saat ini bertentangan dengan ketentuan Alquran?

(Amir Muhammad, Bangkalan)

Jawaban:

Sebetulnya tidak ada ayat yang bertentangan dengan praktik ibadah Nabi. Sebab, fungsi Nabi adalah adalah menjelaskan makna ayat-ayat Alquran yang normatif menjadi praktis. Haji termasuk “ibadah warisan” dari para Nabi sejak Nabi Adam, Ibrahim, Ismail kemudian Nabi Muhammad SAW.

Para Nabi tersebut sudah mengajarkan manasik dengan waktu, tempat dan cara yang semestinya tidak berubah. Jadi sejak zaman Nabi Ibrahim, manasik yang benar dilaksanakan 6 (enam) hari, terhitung sejak tanggal 8-13 Dzulhijjah. Masa hari H yang terbatas inilah yang dimaksud dalam firman Allah SWT, yang artinya:

“ ….Agar mereka menyaksikan kemanfaatan dan mengingat asma Allah dalam beberapa hari yang diketahui”.

Sedangkan ketentuan haji beberapa bulan dalam QS. Al-Baqarah: 197 itu adalah masa tunggu dan persiapan yang kemudian popular dengan miqat zamani, yaitu bulan Syawal, Zulkaidah dan awal Zulhijjah. Masa persiapan itu sangat rasional, karena calon jamaah haji itu datang dari segala penjuru dunia.

Allah berfirman: “Deklarasikan kepada umat manusia untuk melaksanakan haji, niscaya mereka akan datang kepada Anda dengan berjalan kaki dan naik kendaraan, yang datang dari penjuru yang jauh.”.

Jadi, dalam haji itu dikenal dengan istilah miqat zamani dalam dua bulan delapan hari, ini maksud dari beberapa yang diketahui, dan ada pelaksanaan haji yang hanya dalam waktu 5-6 hari (ayyaman ma’luumat). Wallahu A’lam.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...