Mereka: ”Ya, benar. Memang masalah buat Lu?”.
Malaikat: ”Kok berlagak sekali, memangnya kalian ini siapa?”.
Mereka: ”Kami-kami ini orang yang bersabar”.
Malaikat: ”Sabar apaan?”.
Mereka: ”Selama hidup di dunia, kami mendidik diri kami selalu tulus bersabar dan mematuhi semua perintah Allah. Kami selalu menahan diri dari segala tindakan maksiat dan kami juga sangat rela menerima musibah yang ditimpakan Tuhan kepada diri kami. Semuanya kami kembalikan kepada Dzat yang Mahakuasa”.
Malaikat: ”Oh begitu. Silakan tuan-tuan melanjutkan perjalanan dan selamat menikmati fasilitas surga, “salam ‘alaikum bima shabartum, fani’m ‘uqba al-dar”.
Begitulah alam akhirat, hanya jujur yang ada dan tak satupun ada orang yang bisa berbohong, apalagi curang.
Tidak sama dengan alam dunia sekarang ini, apalagi dunia politik, utamanya terkait kekuasaan. KPU pusat mengakui banyak terjadi jual beli suara. Bahkan disebutkan, bahwa pemenang Pileg 2014 ini adalah uang. Wajah-wajah mereka adalah wajah pembeli jabatan. Yang habis 10 miliar dan tidak jadi sangat banyak. Bahkan di dapil DKI Jakarta ada yang jadi dan habis sekiatar 60 miliar.
Jika menjadi DPR karena beli suara yang sudah sah menjadi milik orang lain di KPU, maka haram hukumnya. Rasanya, KPU Pileg 2014, PPK dan sebangsanya banyak yang mendadak kaya. Mudah-mudahan mereka bertobat dan Tuhan mengampuni, sehingga mereka tidak mayoritas penghuni neraka. Tak ada artinya apa-apa larangan politik uang. Siapa yang mau menindak, bila semuanya begitu. Meski begitu, tapi menyempurnakan aturan sehinggamenjadi lebih baik adalah kewajiban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




