Selasa, 23 Januari 2018 02:45

Clorotan Tradisi Unik dari Jombang, Upaya Menangkal Petir

Jumat, 12 Januari 2018 12:56 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Rony Suhartomo
Clorotan Tradisi Unik dari Jombang, Upaya Menangkal Petir
Masyarakat menghadiri tradisi clorotan saat menyambut musim hujan agar mereka terhindar dari sambaran petir. foto: rony suhartomo/ bangsaonline

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Musim hujan menjadi berkah para petani. Sebab, sawah milik mereka dipastikan tidak akan kekurangan air. Namun, musim hujan juga bisa menjadi petaka, jika disertai petir atau geledek. Karena orang di sawah bisa saja tersambar petir.

Itu pula sebab warga Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, setiap tahun menjelang musim tanam, selalu menggelar tradisi ‘Clorotan’. Tradisi ini ritual bertujuan menangkal petir dengan cara menyantap secara bersama-sam sejumlah kue, salah satunya kue clorotan, kue khas desa setempat, Jumat (12/1/).

Sejak pagi, warga berkumpul di makam dusun setempat. Di makam dusun itu juga terdapat makam Mbah Kudus, yang tak lain merupakan sesepuh desa. Mbah Kudus ini diyakini sebagai tokoh yang zaman dulu membuka hutan dan kemudian menjadikannya sebuah dusun, disebut Dusun Banjarsari. Warga yang datang membawa bungkusan berisi makanan yang diantaranya kue clorotan.

Selain kue clorotan, yang harus ada dalam bungkusan untuk selamatan itu adalah berondong jagung (pop corn), kue pasung, dan kerupuk. Keempat jenis jajanan mempunyai makna masing-masing. Kue clorotan terbuat dari tepung dicampur gula, kemudian dibungkus janur, atau daun kelapa muda, dibentuk menyerupai terompet. Clorotan sebagai simbol kilat, yang biasanya mendahulu datangnya petir dan guruh. Kemudian ada kue pasung, yang merupakan simbol petir atau.

“Bahannya sama dengan clorotan, yaitu tepung dicampur gula. Yang membedakan, jika clorotan dibungkus daun kelapa muda, maka kue pasung dibungkus daun nangka. Selain itu pasung mirip granat. Simbol dari ‘geluduk’ (bahasa Jawa) atau petir,” kata Kepala Desa Bareng Subekhi.

Selain ‘pasung’ dan clorotan, ada juga kue brondong jagung (pop corn). Ini simbol dari guruh, yang biasanya mendahului datangnya geledek. Dan terakhir jajanan kerupuk. “Kerupuk ini simbol angin topan atau puting beliung. Kita berharap tidak ada angin yang membawa bencana bagi petani,” timpal Mbah Lewi, sesepuh desa.

Setelah seluruh warga datang, Mbah Lewi pun memulai prosesi Clorotan itu. Ia mengawali dengan wejangan mengenai acara clorotan ini, yang intinya merupakan adat yang harus dilestarikan demi keseimbangan alam. Mah Lewi yang notabene tokoh adat dusun setempat menyampaikan niat para warga untuk meminta perlindungan keselamatan kepada Tuhan yang Maha Kuasa dari bencana geledek dan lain-lainya.

“Jadi jangan sampai kalau petani turun ke sawah terjadi apa-apa, utamanya petir yang menyambar. Alhamdulillah selama dijalankan tradisi ini, tidak ada petani di dusun ini yang tersambar petir saat berada di sawah,” jelas dia.

Ritual ini lanjut kakek yang sudah berusia 72 tahun ini, telah dilakukan sejak turun-temurun, sejak orang tua zaman dahulu. Maka itu warga selalu nguri-uri tradisi. (ony/ns)

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 17 Januari 2018 18:53 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA hadir menjadi pesona yang memukaukan pandangan bagi mereka yang gandrung kekuasaan. Hiruk pikuknya dianggap sebagai tembang yang melantunkan merdunya kosa kata. Kampanye digelar guna meneriakkan cita-cita menjemput takdir...
Sabtu, 13 Januari 2018 23:58 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . . Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1)."Subhaana alladzii as...
Oleh: Dr. KH. Imam Ghazali Said., MA
Sabtu, 13 Januari 2018 10:54 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 18 Januari 2018 23:31 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Nell McAndrew (44), mantan model glamour tetap mempertahankan pola hidup sehat. Dia rutin berlatih dan minum jus. Tak heran, di usianya yang tak muda lagi, tubuhnya masih sintal. Saat di puncak kariernya, wajah dan lekuk ...