Rabu, 23 Mei 2018 10:12

Tak Bisa Melaut Lagi, Kerugian Nelayan Pacitan Akibat Bencana Capai Miliaran Rupiah

Kamis, 07 Desember 2017 15:26 WIB
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Tak Bisa Melaut Lagi, Kerugian Nelayan Pacitan Akibat Bencana Capai Miliaran Rupiah
Perahu nelayan di Pacitan yang rusak parah diterjang banjir bandang.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin peribahasa itu sangat tepat menggambarkan duka panjang yang masih menghiasi kehidupan sebagian nelayan di Pacitan. Saat ini mereka harus menanggung miliaran rupiah kerugian materiil akibat terpaan banjir bandang pada, Selasa (28/11) lalu.

Ditambah lagi perahu berikut peralatan tangkap yang rusak dan hilang, serta akses pendukung lainnya yang bersinggungan dengan kegiatan para nelayan juga banyak yang hanyut. Baik itu gedung PPDT, jembatan penghubung, serta masih banyak fasilitas umum milik negara yang ludes akibat musibah bencana alam tersebut. Tak ayal lagi, bila saat ini banyak dari mereka kesulitan untuk kembali melaut.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Bambang Mahaendrawan melalui Penyuluh Perikanan Jaedun Mustofa mengungkapkan, di Desa Sirnoboyo ada 34 perahu senilai 510 juta, ditambah 34 mesin senilai 816 juta, serta 34 alat tangkap senilai 340 juta yang lenyap dan rusak parah akibat air bah. 

Belum lagi di kawasan Desa Kembang, sedikitnya ada 27 perahu senilai 406 juta, ditambah 27 mesin senilai 648 juta, dan 27 alat tangkap senilai 270 juta.

"Ditambah lagi di Kelurahan Sidoharjo, satu kapal kapasitas 5 gross tone (GT) senilai 500 juta, alat tangkap senilai 50 juta, serta dua kapal patroli senilai 400 juta rusak parah," bebernya.

Hal yang sama juga dialami para nelayan di pantai-pantai yang ada di Kecamatan Kebonagung, seperti Kali Pelus, Wawaran, Plumbungan, Karangnongko, serta Sumberejo, Kecamatan Ngadirojo. Nilai kerugian yang harus mereka tanggung juga tembus miliaran rupiah. ‎

Sementara asuransi nelayan yang mereka kantongi selama ini hanya memberikan jaminan jiwa serta kecelakaan. "Sehingga dalam musibah bencana alam ini, memang tidak masuk dalam nilai tanggungan asuransi," tutur Jaedun.

Dia mengimbau kepada para nelayan untuk tabah dan bersabar dalam menghadapi musibah tersebut. Saat ini pemkab dengan jajaran terkait lainnya masih terus mencari terobosan agar mereka bisa mendapatkan bantuan-bantuan. (yun/ian)

Kamis, 17 Mei 2018 15:54 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*AHAD pagi itu, 13 Mei 2018, saya bergumul dalam cengkerama keluarga usai menjalankan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Ar-Rahman, Western Regency, Surabaya, yang semalamnya (Sabtu, 12 Mei 2018) diresmikan. Sambil menikmati d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...